
Ilustrasi Sholat Ghaib (Foto: bincangsyariah)
Terasmuslim.com - Sholat ghaib merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada seorang Muslim yang telah meninggal dunia, namun jenazahnya tidak berada di tempat yang memungkinkan untuk disholatkan secara langsung. Ibadah ini termasuk bagian dari syariat Islam yang dianjurkan, terlebih jika jenazahnya berada di tempat yang jauh atau tidak bisa ditemukan.
Sholat ghaib adalah sholat jenazah yang dilakukan meskipun jenazah tidak berada di hadapan kita. Contoh kasusnya adalah ketika seorang Muslim wafat di luar negeri dan belum atau tidak mungkin dipulangkan, maka umat Islam tetap bisa mendoakan dan menyolatkannya dari jarak jauh.
Nabi Muhammad SAW pernah melakukan sholat ghaib ketika Raja Najasyi (raja Habsyah yang masuk Islam) wafat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah mengabarkan kepada para sahabat bahwa Raja Najasyi telah wafat, lalu beliau menyolatkannya dari kejauhan.
Secara umum, sholat ghaib sama seperti sholat jenazah biasa. Hanya saja jenazahnya tidak dihadirkan. Berikut tata cara lengkapnya:
Niat dalam hati sebelum memulai takbir pertama.
Lafal Niat (Arab):
نَوَيْتُ صَلاَةَ عَلَى الْمَيِّتِ غَائِبًا أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
"Aku berniat sholat atas jenazah secara ghaib empat takbir karena Allah Ta`ala."
Arab:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad."
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia."
Jika jenazah perempuan, kata "له" diganti menjadi "لها".
Arab:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Artinya:
"Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sesudahnya. Ampunilah kami dan dia."
Setelah doa pada takbir keempat, akhiri dengan salam seperti sholat biasa:
"Assalamu’alaikum warahmatullah" ke kanan dan kiri.
Sholat ghaib bisa dilakukan kapan saja setelah jenazah dimakamkan. Namun, para ulama menyarankan agar tidak terlalu lama dari waktu wafatnya.
Sholat ghaib adalah bentuk kasih sayang dan solidaritas sesama Muslim, meski terpisah jarak. Dalam kondisi tertentu, ini menjadi satu-satunya cara kita menunjukkan penghormatan terakhir bagi mereka yang telah berpulang.
Semoga Allah menerima amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa para jenazah yang kita doakan, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa mengingat kematian sebagai pengingat untuk memperbaiki diri.
TAGS : Sholat Ghaib Tata Cara Nabi Muhammad SAW Doa