
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (Foto: Screenshoot TikTok)
Terasmuslim.com - Ilmu pengetahuan, khususnya fisika, kerap dianggap sebagai dunia yang sepenuhnya logis, ilmiah, dan bebas dari unsur spiritual. Banyak kalangan memandang bahwa hukum-hukum alam semesta adalah produk proses alamiah yang bisa dipahami secara rasional oleh akal manusia. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya disepakati oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
Menurut ulama yang dikenal luas dengan gaya ceramahnya yang tenang dan mendalam ini, ilmu fisika memang membahas sifat materi dan hukum-hukum alam, tapi tetap tidak bisa dilepaskan dari peran dan kekuasaan Allah SWT. Gus Baha menekankan bahwa dalam mempelajari ilmu, kita tetap harus sadar bahwa segala sesuatu berlangsung atas izin dan kehendak Allah.
"Ketika kita bicara soal fisika atau ilmu apa saja, kita sedang membahas materi sesuai fungsinya," ujar Gus Baha. Ia mencontohkan dengan membandingkan jam dan kertas. Dari sisi fisik, jelas terlihat bahwa jam yang biasanya terbuat dari besi atau logam lebih kuat daripada kertas.
Akan tetapi, Gus Baha mengajak kita untuk melihat dari sisi lain. Ia mengatakan, “Bisa saja secara logika jam lebih kuat, tapi kalau Allah berkehendak jam itu rusak dan kertas tetap awet, maka itulah yang terjadi. Semua bergantung pada kehendak-Nya.”
Menurutnya, penilaian manusia terhadap kekuatan seringkali terbatas pada ukuran fisik semata. Padahal, dalam pandangan iman, yang menentukan semuanya adalah Allah SWT. Apa yang tampak lemah bisa jadi bertahan, dan yang tampak kuat bisa hancur, jika itulah kehendak-Nya.
"Manusia sering terjebak pada penilaian lahiriah. Tapi kita harus ingat bahwa Allah-lah pengatur segalanya. Kekuatan sejati itu milik-Nya," ujarnya.
Gus Baha juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara akal dan iman. Menurutnya, ilmu pengetahuan sangat bermanfaat dan perlu dipelajari, tetapi jangan sampai membuat seseorang merasa bisa mengendalikan segalanya. "Ilmu fisika bisa menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja, tapi tidak bisa menjelaskan kenapa sesuatu itu terjadi pada saat tertentu. Itu ranah takdir dan kehendak Allah," ungkapnya.
Ia menegaskan, belajar ilmu harus dibarengi dengan kesadaran akan keterbatasan manusia. "Pengetahuan kita hanya sebutir pasir di tengah lautan. Allah yang Maha Mengetahui segalanya."
Dalam ceramahnya, Gus Baha juga menyampaikan bahwa kekuatan spiritual sangat penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Tanpa iman, ilmu bisa membawa kesombongan. Namun, ketika ilmu dipadukan dengan iman, maka hasilnya adalah kebijaksanaan dan ketawadhuan.
“Kita boleh paham hukum-hukum alam, boleh menguasai teknologi, tapi kita tidak pernah punya kuasa atas masa depan. Takdir tetap di tangan Allah,” tegasnya.
Gus Baha juga mengingatkan bahwa apa yang terlihat hebat di mata manusia bisa jadi tak berarti di hadapan Allah. Begitu pula sebaliknya, sesuatu yang tampak sederhana bisa saja justru mulia di sisi-Nya. “Semua yang ada di dunia ini fana, hanya Allah yang kekal,” ucapnya.
Ia berharap umat Islam tidak terjebak dalam glorifikasi ilmu semata. Menurutnya, pemahaman terhadap ilmu pengetahuan justru harus membawa seseorang semakin dekat kepada Allah. “Ilmu itu seharusnya membuat kita makin rendah hati, bukan tinggi hati,” katanya.
Sebagai penutup, Gus Baha menyampaikan pesan agar siapa pun yang menuntut ilmu tetap menguatkan keimanannya. “Jangan sampai ilmu membuat kita lupa bahwa di balik semua kejadian, ada kekuasaan Allah yang tak terbatas. Kita memahami hukum alam, tetapi Allah-lah yang menetapkan segalanya,” pungkasnya.
TAGS : Pengetahuan Fisika Gus Baha Allah SWT