
Ilustrasi anak bermain bermain di Masjid (Foto: BERITAPENAJAM)
Terasmuslim.com - Masjid adalah tempat ibadah yang suci dan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi umat Islam. Namun, tak jarang terjadi fenomena di mana anak-anak yang bermain di dalam masjid mendapatkan teguran keras hingga dimarahi oleh orang dewasa. Padahal, dalam Islam, melarang atau mengusir anak-anak dari masjid bisa menjadi kesalahan besar yang justru membawa dosa bagi orang yang melakukannya.
Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW justru sangat lembut dan penuh kasih terhadap anak-anak yang berada di masjid. Diriwayatkan dalam berbagai hadis, Rasulullah membiarkan cucunya, Hasan dan Husain, bermain di dalam masjid, bahkan menaiki punggung beliau saat shalat. Ini menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat untuk orang dewasa, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk belajar dan mencintai agama sejak dini.
Mengenalkan anak-anak pada suasana masjid sejak kecil memiliki manfaat besar dalam membangun kecintaan mereka terhadap Islam. Jika anak-anak sering diajak ke masjid, mereka akan terbiasa dengan lingkungan ibadah, memahami adab dalam beribadah, dan tumbuh menjadi generasi yang mencintai masjid.
Sebaliknya, jika mereka dimarahi atau diusir, maka ada kemungkinan mereka akan trauma dan enggan datang kembali. Hal ini bisa berdampak negatif pada perkembangan religius mereka di masa depan.
Memang benar bahwa masjid harus dijaga kesuciannya, termasuk menjaga ketenangan bagi para jamaah yang beribadah. Namun, hal ini bisa dilakukan dengan pendekatan yang lembut dan mendidik. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
Sebagai umat Islam, kita harus mendukung dan membimbing mereka agar tetap mencintai rumah Allah. Mengusir anak-anak dari masjid bukanlah solusi yang benar, justru bisa membawa dosa bagi kita sendiri. Oleh karena itu, mari bersama-sama menciptakan suasana masjid yang ramah anak dan penuh dengan kasih sayang, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
TAGS : Anak Bermain Masjid Jangan Dimarahi Dosa