KISAH

Ketika Nabi Muhammad SAW Marah, Ini Kisah dan Hikmahnya

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Minggu, 23/03/2025
Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah mengatakan: “Rasulullah tidak pernah marah karena urusan pribadinya. Namun, jika melihat kebenaran diinjak-injak, beliau akan marah karena Allah.” Ilustrasi (Foto: Dompet Dhuafa)

Terasmuslim.com - Sebagai manusia pilihan, Nabi Muhammad SAW dikenal dengan kelembutan dan kasih sayangnya kepada sesama. Namun, ada saat-saat tertentu di mana beliau menunjukkan kemarahannya. Meski demikian, kemarahan Nabi selalu dilandasi oleh alasan yang benar dan tidak didasarkan pada hawa nafsu.

Salah satu momen di mana Rasulullah SAW marah terjadi ketika ada pelanggaran terhadap nilai-nilai Islam atau ketidakadilan di tengah masyarakat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa Nabi tidak pernah marah karena urusan pribadi, tetapi jika ada hak Allah yang dilanggar, beliau akan marah demi menegakkan kebenaran.

Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah mengatakan: “Rasulullah tidak pernah marah karena urusan pribadinya. Namun, jika melihat kebenaran diinjak-injak, beliau akan marah karena Allah.”

Salah satu contoh nyata kemarahan Nabi terjadi ketika melihat seseorang melanggar aturan di masjid. Dalam riwayat Muslim, disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang meludah ke arah kiblat di dalam masjid. Rasulullah SAW pun marah dan menegur tindakan tersebut, karena masjid adalah tempat yang suci. Namun, teguran beliau tetap dalam batasan yang wajar dan disertai nasihat agar hal serupa tidak terulang.

Baca juga :

Contoh lainnya adalah saat Rasulullah marah ketika melihat seseorang menzalimi orang lain. Dalam banyak hadis, Nabi SAW menegaskan bahwa kezaliman adalah sesuatu yang dibenci Allah dan harus dihindari. Namun, dalam setiap kemarahannya, beliau tetap mengendalikannya dengan penuh hikmah dan tidak pernah berlebihan.

Kisah-kisah ini mengajarkan bahwa marah bukanlah sesuatu yang dilarang sepenuhnya, tetapi harus dikelola dengan baik. Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa kemarahan harus didasarkan pada kebenaran, tidak meledak-ledak, dan tetap dalam koridor akhlak yang baik. Hal ini menjadi pelajaran bagi umat Islam agar selalu menjaga emosi dan tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang tidak bermanfaat.

TAGS : Rasulullah SAW Marah Allah SWT Kisah

Terkini