
Ilustrasi (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai wanita mulia yang penuh pengorbanan dalam mendukung perjuangan dakwah Islam. Namun, wafatnya beliau menjadi salah satu peristiwa yang paling mengharukan dalam sejarah Islam.
Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian, yang juga dikenal sebagai Tahun Kesedihan karena Nabi Muhammad SAW kehilangan dua sosok terdekatnya, yakni Sayyidah Khadijah dan paman beliau, Abu Thalib.
Sayyidah Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan selalu menjadi pendukung utama dalam setiap ujian yang dihadapi beliau. Ia mengorbankan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam, bahkan ketika kaum Muslimin mengalami pemboikotan di Lembah Abu Thalib. Kesetiaannya tak tergoyahkan meskipun harus mengalami kesulitan besar.
Menjelang wafatnya, Sayyidah Khadijah mengalami sakit yang cukup lama. Dalam kondisi lemah, ia tetap menampakkan ketegaran dan ketulusan. Nabi Muhammad SAW yang sangat mencintainya terus berada di sisinya, memberikan doa dan ketenangan di saat-saat terakhir hidupnya.
Dikisahkan bahwa saat ajalnya semakin dekat, Malaikat Jibril datang membawa kabar gembira dari Allah SWT. Jibril menyampaikan bahwa Allah telah menyiapkan tempat istimewa di surga bagi Sayyidah Khadijah sebagai balasan atas segala pengorbanannya.
Salah satu peristiwa paling mengharukan adalah ketika Malaikat Jibril membawa kain kafan dari surga untuk membungkus jenazah Sayyidah Khadijah. Ini merupakan bukti nyata atas kemuliaannya di sisi Allah. Nabi Muhammad SAW sendiri yang mempersiapkan pemakaman istrinya dengan penuh duka, mengantarkannya ke peristirahatan terakhir di pemakaman Ma’la, Mekah.
Wafatnya Sayyidah Khadijah meninggalkan kesedihan mendalam bagi Nabi Muhammad SAW dan seluruh umat Islam. Namun, keteladanannya sebagai seorang istri, ibu, dan pejuang Islam tetap dikenang sepanjang zaman. Beliau adalah simbol keimanan, kesabaran, dan pengorbanan sejati dalam membela agama Allah.
Kemudian ketika Rasulullah SAW mengingat Sayyidah Khadijah. Dia menangis dan berkata:
"Khadijah, Dimana ada yang seperti Khadijah, mempercayaiku disaat orang-orang mendustakanku dan mendukungku dalam agama Allah, dan membantu dalam hartanya, Allah SWT telah menyuruhku untuk mengabarkan kepada Khadijah rumah di surga yang dibuat dari Zamrud, dimana tidak ada keributan dan kelelahan."
TAGS : Sayyidah Khadijah Rasulullah SAW wafat bulan Ramadan