
Ilustrasi makanan berbuka puasa
Teras muslim.com - Hadist tentang berbuka puasa dengan yang manis sering dikaitkan dengan sunnah Rasulullah ﷺ yang berbuka dengan kurma atau air. Berikut adalah hadist yang menjadi dasar anjuran ini:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتَمَرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَمَرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
_"Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada tamr, maka beliau berbuka dengan meneguk beberapa teguk air." (HR. Abu Dawud, no. 2356; Tirmidzi, no. 696. Hasan Shahih)_
Hadist di atas menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memilih kurma, yang secara alami manis, namun beliau juga berbuka dengan air jika tidak ada kurma. Tidak ada hadist yang secara spesifik menyebutkan keharusan berbuka dengan sesuatu yang manis. Namun, kurma memang memiliki manfaat cepat mengembalikan energi setelah berpuasa.
Jadi, berbuka dengan yang manis seperti kurma adalah sunnah, tetapi bukan kewajiban. Jika tidak ada kurma, cukup berbuka dengan air atau makanan lain yang halal dan baik.