SOSOK

K.H. Zainal Musthafa, Pejuang Ulama yang Gigih Melawan Penjajahan

Vaza Diva Fadhillah Akbar| Senin, 13/01/2025
K.H. Zainal Musthafa, beliau dikenal sebagai ulama kharismatik yang gigih melawan penjajahan Belanda melalui jalur keagamaan dan perlawanan fisik. Ilustrasi K.H. Zainal Musthafa (Foto: detik)

Terasmuslim.com - Nama K.H. Zainal Musthafa telah tercatat sebagai salah satu tokoh ulama yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Lahir di Kampung Bageur, Singaparna, Tasikmalaya, pada tahun 1901, beliau dikenal sebagai ulama kharismatik yang gigih melawan penjajahan Belanda melalui jalur keagamaan dan perlawanan fisik.

K.H. Zainal Musthafa, yang nama aslinya adalah Hudaemi, menempuh pendidikan agama di berbagai pesantren di Jawa Barat. Kecintaannya pada ilmu agama dan semangat membela kebenaran membawanya mendirikan Pesantren Sukamanah di Singaparna pada tahun 1927. Di pesantren ini, beliau mendidik generasi muda dengan nilai-nilai keislaman dan semangat patriotisme.

Beliau mulai dikenal sebagai ulama yang kritis terhadap kebijakan kolonial Belanda, terutama terkait penerapan pajak yang memberatkan rakyat dan wajib militer yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ketegasan sikapnya membuat Pesantren Sukamanah menjadi pusat pergerakan perlawanan.

Ketika Jepang mengambil alih kekuasaan pada masa Perang Dunia II, kebijakan mereka yang memaksa rakyat untuk melakukan seikerei (membungkuk ke arah matahari) ditolak keras oleh K.H. Zainal Musthafa. Beliau menganggap praktik ini sebagai bentuk penyembahan yang bertentangan dengan akidah Islam. Penolakan ini menjadi titik awal konflik besar dengan pemerintah Jepang.

Baca juga :

Pada 25 Februari 1944, K.H. Zainal Musthafa memimpin perlawanan rakyat Singaparna melawan tentara Jepang. Meskipun perlawanan tersebut berakhir dengan ditangkapnya beliau dan banyak santrinya, semangat perjuangan yang ditanamkan terus hidup di hati rakyat.

Setelah ditangkap, beliau dijatuhi hukuman mati oleh Jepang dan gugur sebagai syahid pada 28 Oktober 1944. Meski perjuangannya berakhir tragis, nama beliau tetap harum sebagai pahlawan nasional yang telah memberikan segalanya demi agama dan bangsa.

Pada tahun 1972, pemerintah Indonesia secara resmi mengakui jasa-jasanya dengan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada K.H. Zainal Musthafa. Hingga kini, Pesantren Sukamanah tetap berdiri sebagai saksi sejarah dan pusat pendidikan yang melanjutkan perjuangan beliau.

Kisah perjuangan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mempertahankan semangat kebangsaan dan keimanan. Keteguhan prinsipnya menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan dengan senjata, tetapi juga melalui pendidikan dan nilai-nilai moral.

Sebagai ulama sekaligus pejuang, K.H. Zainal Musthafa adalah teladan yang relevan di setiap zaman. Semangatnya untuk melawan ketidakadilan dan memperjuangkan kebenaran akan terus dikenang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

 

TAGS : K.H. Zainal Musthafa Islam Hudaemi Pahlawan Indonesia

Terkini