
Ilustrasi Khadijah binti Khuwailid (Foto: tribunnews)
Terasmuslim.com - Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW. Beliau perempuan yang terhormat, mempunyai wawasan yang luas dan sangat bijaksana. Dalam ajaran Islam, umur beliau saat menikahi Nabi Muhammad SAW lebih tua.
Berasal dari keluarga yang terpandang dan diberikan oleh Allah SWT status sosial yang tinggi, dan dijanjikan akan diberikan kedudukan yang tinggi di surga. Karena telah menemani Nabi Muhammad dalam dakwah kepada umat Muslim, walaupun harus menerima beberapa celaan dari orang-orang sekitar beliau, termasuk keluarga.
Nabi Muhammad SAW bersabda:”Ini adalah perempuan mulia penghuni surga: Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim,” (HR. Ahmad)
Dengan kehidupan beliau yang selalu bersama Nabi Muhammad SAW, tentu sudah sangat banyak gelar yang disandang oleh beliau yang merupakan perempuan mulia. Berikut beberapa gelar Khadijah binti Khuwailid:
1.At-Thahirah (Wanita Suci)
Gelar Ath-Thahirah yang artinya wanita suci didapatkan oleh Khadijah sejak sebelum kedatangan Islam karena kesucian budi pekertinya, kedudukannya yang mulia di tengah-tengah kaumnya, serta kesucian dirinya dari noda-noda paganisme (kepercayaan spiritual) pada zaman Jahiliah. Khadijah pernah menikah dua kali sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW hingga suaminya yang kedua meninggal ketika usianya mencapai puncak remaja. Saat itu, kehidupannya bergelimang harta serta banyak lelaki yang berharap dapat mempersuntingnya.
2. Ummu Mukminin (Ibu untuk semua orang-orang mukmin)
Khadijah memiliki gelar Ummul Mukminin, yaitu ibu dari orang-orang mukmin. Gelar kemuliaan ini hanya didapatkan oleh wanita-wanita yang diberi anugerah khusus dari Allah SWT saja. Siapapun yang menyandang gelar ini, ia akan mendapatkan martabat yang tinggi dan mulia. Khadijah kala itu menjadi perempuan pertama yang beriman, berdakwah kepada kaum lelaki dan perempuan dengan berpeluh keringat, merasakan pedihnya ujian, serta senantiasa bersabar mendampingi rasulullah SAW.
3. Sayyidah Nisa` Quraisy
Khadijah juga mendapatkan gelar yang diberikan oleh kaumnya sebagai pemuka perempuan Quraisy. Orang-orang Quraisy sepakat akan keistimewaan yang dimiliki Khadijah berupa kelebihan fisik maupun perilaku. Sepanjang usianya, Khadijah tidak pernah melenceng sedikit pun dari sifat-sifat yang mereka sematkan. Ia juga senantiasa menggunakan hartanya untuk menolong dan membantu sesama. Bahkan, rumah Khadijah dikatakan tidak pernah sepi dari kebaikan tuan rumahnya. Sebab, rumah itu menjadi tempat perlindungan bagi perempuan-perempuan miskin, orang-orang yang membutuhkan, serta para tamu lainnya. Seluruh kebaikan dan keluhuran yang melekat pada pribadi Khadijah ini menjadikannya begitu layak menyandang gelar Sayyidah Nisa` Quraisy.
Inilah sosok yang bisa menjadi tauladan bagi seluruh umat Nabi Muhammad SAW, khususnya para wanita untuk mengikuti beliau dalam aspek kehidupan dan akhlaknya. Semoga kita dapat bertemu dengan Khadijah binti Khuwailid di surga nanti.
TAGS : Khadijah binti Khuwailid Nabi Muhammad SAW Istri