
Ilustrasi (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Puncak perjalanan Nabi Muhammad Saw dalam menyampaikan risalah Islam pada tahun 10 Hijriah, saat beliau melaksanakan Haji Wada (Haji Perpisahan). Momen ini menjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam, mengingat Nabi menyampaikan pesan-pesan terakhir sebagai pedoman abadi bagi umat Islam
Haji Wada dilakukan pada bulan Dzulhijjah, 10 Hijriah. Nabi Muhammad Saw berangkat dari Madinah bersama puluhan ribu kaum Muslimin untuk menunaikan ibadah Haji bersama mereka. Perjalanan ini bukan sekedar momen spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari historis yang menyatukan umat dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Beliau tiba di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Muhammad memberikan khutbah yang penuh makna dan pesan untuk umat Muslim. yang isinya beliau mengatakan beberapa prinsip utama yang menjadi landasan ajaran Islam, di antaranya:
Nabi Muhammad Saw setelah menyampaikan khutbahnya, beliau melakukan wukuf di Arafah, yang menjadi inti dari ibadah Haji. Di saat yang sama, turunlah wahyu Allah SWT dalam Surah Al-Ma`idah ayat 3, yang berbunyi: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." Ayat ini menandakan bahwa misi kenabian Nabi Muhammad SAW telah selesai.
Momen Haji Wada ini menjadi kisah perpisahan Nabi Muhammad Saw dengan umatnya. Tidak lama setelah ini, beliau wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 11 Hijriah. Tetapi, pesan-pesan beliau dalam Haji Wada tetap akan menjadi pedoman hidup bagi umat Islam sampai saat ini.
Dengan Haji Wada, Nabi Muhammad SAW tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memberikan teladan tentang bagaimana memimpin dengan keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab. Peristiwa ini terus dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah Islam yang menginspirasi umat di seluruh dunia.
TAGS : Islam Nabi Muhammad Saw Haji Wada