• KEISLAMAN

Bahaya Perilaku Mengintip Orang Lain Dalam Islam

Yahya Sukamdani | Minggu, 27/09/2026
Bahaya Perilaku Mengintip Orang Lain Dalam Islam Ilustrasi foto orang sedang mengintip aktifitas orang lain

Terasmuslim.com - Perbuatan mengintip privasi orang lain sering kali dianggap sepele atau sekadar bahan candaan semata oleh sebagian masyarakat.

Padahal dalam syariat Islam, tindakan merusak ruang pribadi orang lain merupakan pelanggaran norma agama yang sangat berat.

Islam melarang keras perbuatan mengintip, terutama jika yang dilihat adalah aurat atau hal-hal yang sengaja disembunyikan.

Allah SWT melarang perbuatan mencari-cari kesalahan dan privasi orang lain melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat 12: “Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”

Ancaman hukuman bagi pelaku yang nekat mengintip rumah orang lain tanpa izin diperjelas secara sangat tegas oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim: “Barangsiapa melongok rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka halal bagi mereka mencongkel mata orang tersebut.”

Ketegangan hukum ini menunjukkan betapa tingginya penghargaan Islam terhadap perlindungan hak privasi serta kehormatan setiap individu.

Bahkan tidak ada ganti rugi maupun tuntutan balasan jika timbul kecelakaan fisik akibat tindakan tegas terhadap sang pengintip.

Hal ini dipertegas dalam riwayat Imam Ahmad: “Kemudian mereka mencongkel matanya, maka tidak ada diyat untuknya dan tidak ada qishash baginya.”

Larangan keras ini mencakup perilaku mengintip orang mandi, tidur, berganti pakaian, hingga pembicaraan rahasia yang bersifat pribadi.

Menjaga pandangan dari hal yang diharamkan merupakan perintah langsung Allah SWT dalam Surah An-Nur ayat 30: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya.”

Aib dan privasi sesama muslim bukanlah hal konyol yang boleh dijadikan bahan lelucon atau konsumsi publik di media sosial.

Seorang muslim yang bijak akan senantiasa menahan diri serta menghormati batas-batas privasi saudara seimannya demi keselamatan diri.

Dengan menjauhi kebiasaan buruk mengintip, kehormatan diri dan ketentraman hidup bermasyarakat akan tetap terjaga dengan penuh keberkahan.