• KEISLAMAN

Hukum Mengkhususkan Jumlah Dzikir Menurut Dalil Syariat Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 14/08/2026
Hukum Mengkhususkan Jumlah Dzikir Menurut Dalil Syariat Islam Ilustrasi dzikir setelah shalat

Terasmuslim.com - Mengamalkan dzikir kepada Allah SWT merupakan salah satu ibadah paling mendasar yang menyinari kehidupan seorang Muslim.

Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdzikir melalui firman-Nya dalam Surah Al-Ahzab ayat 41.

Dalam tradisi pengamalan dzikir, kerap timbul pertanyaan mengenai hukum menentukan jumlah hitungan tertentu dalam pembacaannya.

Para ulama mengelompokkan amalan dzikir berbasis jumlah menjadi dua jenis utama, yakni dzikir muta`ayyin dan dzikir mutlak.

Dzikir muta`ayyin adalah dzikir yang jumlahnya telah ditentukan secara pasti melalui dalil sahih dari Nabi Muhammad SAW.

Salah satu contoh utamanya tertuang dalam Hadis Riwayat Muslim mengenai anjuran membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali usai shalat.

Begitu pula dengan Hadis Riwayat Abu Daud yang menganjurkan pembacaan Istighfar sebanyak 100 kali dalam sehari semalam sebagai sunnah.

Mengamalkan dzikir dengan jumlah yang bersumber langsung dari hadis sahih ini memiliki nilai keutamaan ibadah yang sangat tinggi.

Sementara itu, dzikir mutlak merupakan anjuran berdzikir sebanyak-banyaknya tanpa ada batasan angka yang mengikat dari syariat.

Sebagian ulama membolehkan seseorang menentukan target jumlah dzikir pribadi sebagai sarana melatih kedisiplinan diri atau riyadhah.

Penetapan angka mandiri tersebut diperkenankan selama tidak diyakini sebagai syariat baku yang datangnya langsung dari Rasulullah SAW.

Imam Asy-Syatibi mengingatkan agar penetapan jumlah dzikir tanpa dalil tidak dijadikan keyakinan sunnah yang bersifat mengikat umum.

Apabila suatu hitungan dzikir diyakini memiliki keutamaan khusus tanpa pijakan hadis, maka pengamalannya berpotensi jatuh pada kekeliruan.

Oleh karena itu, memprioritaskan amalan dzikir sesuai dengan tuntunan yang memiliki dalil kuat merupakan langkah paling aman dan utama.

Semoga lisan kita senantiasa basah oleh dzikir yang ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Al-Qur`an serta Sunnah Nabi SAW.