ILUSTRASI TAMU HOTEL KETIKA UMRAH
Terasmuslim.com - Menjadi tamu di hotel Makkah dan Madinah sejatinya adalah bagian dari memuliakan status kita sebagai tamu Allah Subhanahu wa Ta`ala.
Penginapan di Tanah Suci bukan sekadar tempat beristirahat fisik, melainkan ruang untuk tetap menjaga kesucian niat dan keluhuran akhlak Muslim.
Kementerian Agama RI melalui regulasi resmi PPIU menekankan pentingnya jemaah menjaga ketertiban umum di lingkungan hotel tempat menginap.
Aturan ini dibuat agar tercipta suasana kondusif yang mendukung kekhusyukan ibadah bagi seluruh jemaah dari berbagai belahan dunia.
Setiap Muslim berkewajiban untuk selalu menampilkan perangai yang baik dan tidak menimbulkan kerusakan atau kegaduhan di tempat umum.
"...Maka barangsiapa menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji..." (QS. Al-Baqarah: 197).
Adab pertama yang harus dijaga adalah menghormati hak-hak sesama penghuni hotel dengan tidak membuat suara bising di dalam kamar.
Jemaah juga diimbau untuk selalu menjaga kebersihan fasilitas kamar mandi, koridor, serta area ruang makan bersama secara disiplin.
Menggunakan fasilitas air dan listrik di hotel secara bijak dan tidak berlebihan juga merupakan wujud nyata dari pengamalan syariat.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam mengingatkan kita semua bahwa esensi keimanan seseorang tercermin dari kedamaian yang dirasakan tetangganya.
"Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Demi Allah, tidak beriman! Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya." (HR. Bukhari).
Sikap ramah dan sopan kepada staf hotel serta petugas kebersihan lokal akan membawa citra mulia bagi bangsa Indonesia di mata internasional.
Regulasi resmi pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi kapasitas hunian kamar yang telah ditentukan demi kenyamanan bersama.
Jangan pernah memindahkan inventaris hotel atau menjemur pakaian di area yang dilarang karena hal itu melanggar aturan ketertiban akomodasi.
Menjaga lisan dari keluhan yang tidak perlu dan mengutamakan musyawarah jika terjadi kendala fasilitas adalah ciri jemaah yang cerdas.
"Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia..." (QS. All-Baqarah: 83).
Semoga penerapan adab islami yang luhur selama di hotel ini menyempurnakan ikhtiar kita dalam meraih predikat umrah dan haji yang mabrur.