Ilustrasi foto bumi dan hewan didalamnya
Terasmuslim.com - Diskusi mengenai bentuk planet tempat tinggal manusia belakangan ini kembali menghangat di tengah jagat maya.
Islam sebagai agama yang ilmiah sejak awal telah menegaskan bahwa bentuk bumi adalah bulat, selaras dengan realitas alam nyata.
Kebenaran ini didukung penuh oleh fondasi sains modern serta kesepakatan mutlak (ijma`) para ulama tafsir terkemuka terdahulu.
Melalui pendekatan linguistik, Al-Qur`an mengisyaratkan konsep kebulatan bumi ini secara sangat indah dan presisi.
Salah satu rujukan utama yang sering dikaji adalah firman Allah SWT mengenai fenomena pergantian siang dan malam di bumi.
QS. Az-Zumar: 5, "Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..."
Kata yukawwiru (menutupkan) dalam ayat tersebut secara harfiah bermakna melilitkan sesuatu di atas hal yang berbentuk bundar seperti sorban.
Dari sudut pandang astronomi Islam, perputaran yang berkesinambungan ini hanya mungkin terjadi jika hamparan bumi memiliki struktur bulat geometris.
Imam Ibnu Hazm, seorang ulama besar rujukan fikih, menyatakan telah terjadi konsensus bahwa bumi ini bulat bagai sebuah bola.
Senada dengan itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menegaskan bahwa seluruh benda langit, termasuk bumi, berbentuk bulat (kurah).
Argumen para ulama tersebut diperkuat oleh pengamatan ilmiah mutakhir, mulai dari bayangan gerhana hingga foto satelit ruang angkasa.
Keteraturan rotasi dan orbit bumi ini menjadi bukti konkret atas keagungan kepemimpinan serta pengaturan mutlak Allah SWT atas alam semesta.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadist juga mengingatkan umatnya untuk senantiasa mengagumi ciptaan Allah demi mempertebal keimanan yang kokoh.
"Pikirkanlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu memikirkan tentang zat Allah, karena kamu tidak akan mampu." (HR. Abu Nu`aim).
Oleh karena itu, menyangkal fakta kebulatan bumi hanya akan menjauhkan umat dari esensi sains yang berlandaskan pada Al-Qur`an.
Sikap bijak seorang Muslim adalah mensyukuri keselarasan iman dan ilmu pengetahuan ini sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.