• KEISLAMAN

Ketika Cinta Diuji Ekonomi, Bertahan dengan Iman atau Menyerah pada Keadaan?

Yahya Sukamdani | Minggu, 03/05/2026
Ketika Cinta Diuji Ekonomi, Bertahan dengan Iman atau Menyerah pada Keadaan? Ilustrasi foto istri melayani suami

Terasmuslim.com - Persoalan finansial seringkali menjadi badai paling hebat yang menguji keteguhan komitmen sepasang suami istri di era modern.

Banyak hubungan yang mulai retak ketika angka di buku tabungan tak lagi sebanding dengan tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, Islam memandang bahwa kemiskinan dan kekayaan hanyalah pergiliran nasib yang dirancang Allah untuk menguji hamba-Nya.

Allah SWT telah menjamin rezeki setiap pasangan yang menikah dalam Surah An-Nur ayat 32: "Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya."

Ayat ini merupakan janji langit bahwa pernikahan yang dibangun atas dasar ibadah tidak akan dibiarkan hancur karena kekurangan materi.

Seorang suami wajib berusaha maksimal, namun istri juga dituntut memiliki sifat qanaah atau merasa cukup atas pemberian yang ada.

Rasulullah SAW bersabda, "Beruntunglah orang yang masuk Islam, dianugerahi rezeki yang cukup, dan merasa puas dengan pemberian Allah" (HR. Muslim).

Bertahan di tengah himpitan ekonomi memerlukan seni komunikasi yang lembut serta penguatan spiritual secara kolektif di dalam rumah.

Jangan sampai tekanan ekonomi menghilangkan rasa hormat istri kepada suami atau mematikan kasih sayang suami kepada istri.

Sejarah mencatat betapa bersahajanya rumah tangga Rasulullah SAW yang bahkan seringkali tidak ada api menyala di dapurnya selama berbulan-bulan.

Kesulitan ekonomi seharusnya menjadi momentum bagi pasangan untuk saling menguatkan dalam doa dan meningkatkan frekuensi sedekah.

Sebab, dalam Al-Qur`an Surah At-Talaq ayat 7, Allah menegaskan bahwa Dia tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang diberikan-Nya.

Menyerah pada keadaan hanya karena materi menunjukkan bahwa pondasi cinta kita belum sepenuhnya bersandar pada Sang Maha Pemberi Rezeki.

Ingatlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, sebuah janji pasti yang diulang dua kali dalam Surah Asy-Syarh.

Maka, pilihlah untuk bertahan dengan memperbaiki takwa, karena Allah selalu memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.