Ilustrasi foto persembunyian Nabi Zakaria
Terasmusdlim.com - Kisah akhir hayat Nabi Zakaria AS merupakan lembaran sejarah yang penuh dengan keteguhan iman di tengah penindasan kaum Bani Israil.
Nabi Zakaria diperintahkan Allah untuk tetap tegak menyampaikan kebenaran meski ancaman maut terus membayangi setiap langkah dakwahnya.
Dasar syariat mengabadikan kisah beliau sebagai simbol kesabaran seorang hamba yang tidak pernah putus asa memohon pertolongan Sang Pencipta.
Al-Qur’an dalam Surat Maryam menggambarkan bagaimana beliau tetap lembut dalam berdoa meski usia telah senja dan raga kian melemah.
Kebengisan kaumnya memuncak ketika mereka mulai memburu para nabi karena merasa terganggu oleh seruan tauhid yang disampaikan secara terang-terangan.
Allah SWT mencela perilaku kaum yang durhaka tersebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 61 karena mereka telah membunuh para nabi tanpa alasan yang benar.
Berdasarkan beberapa riwayat sejarah Islam, Nabi Zakaria dikejar oleh para algojo raja yang zalim hingga beliau masuk ke dalam sebuah hutan.
Beliau berusaha menyelamatkan diri dari kejaran musuh dengan berlindung di dalam sebuah pohon besar yang terbelah atas izin Allah.
Namun, tipu daya iblis yang licik menunjukkan keberadaan beliau kepada para pengejar dengan menarik ujung baju sang nabi.
Para algojo yang tidak memiliki belas kasih itu kemudian memotong pohon tersebut hingga membelah tubuh sang nabi yang mulia menjadi dua bagian.
Nabi Zakaria menghadapi ajal dengan penuh ketenangan serta lisan yang senantiasa basah dengan zikir kepada Allah yang Maha Kuasa.
Kisah memilukan ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa jalan dakwah seringkali dipenuhi dengan perjuangan berbagai kesulitan, tantangan yang menyakitkan, ujian yang berat dan pengorbanan nyawa.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis bahwa cobaan yang paling berat adalah yang menimpa para nabi, kemudian orang-orang saleh.
Tragedi ini tidak mengurangi kemuliaan beliau, justru mengangkat martabatnya sebagai syuhada yang dijamin kedudukannya di dalam surga.
Semoga ketabahan Nabi Zakaria menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap setia pada jalan kebenaran meskipun ujian hidup datang bertubi-tubi.