Ilustrasi foto Maryam binti Imran, ibunda dari Nabi Isa AS (Foto: tanwir)
Terasmuslim.com - Sosok Maryam binti Imran merupakan salah satu wanita paling mulia yang disebutkan dalam ajaran Islam. Namanya diabadikan secara khusus dalam Al-Qur’an melalui Surah Maryam, menunjukkan betapa tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT. Maryam adalah putri dari Imran, berasal dari keluarga yang dikenal dengan kesalehan dan ketakwaannya. Ia juga merupakan ibu dari Nabi besar, yaitu Isa bin Maryam, yang dilahirkan sebagai salah satu mukjizat besar dari Allah.
Kemuliaan Maryam ditegaskan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Ali Imran ayat 42 disebutkan bahwa para malaikat berkata kepada Maryam bahwa Allah telah memilihnya, menyucikannya, dan melebihkannya atas wanita-wanita di seluruh alam. Ayat ini menunjukkan bahwa Maryam bukan sekadar wanita salehah biasa, melainkan sosok yang dipilih Allah karena kesucian, ketakwaan, dan keikhlasan ibadahnya.
Sejak kecil, Maryam telah tumbuh dalam lingkungan ibadah yang kuat. Ibunya bernazar agar anaknya mengabdi di Baitul Maqdis. Karena itu Maryam kemudian diasuh oleh Nabi Zakaria, seorang nabi yang juga menjadi pelindung dan pembimbingnya. Dalam Al-Qur’an diceritakan bahwa setiap kali Nabi Zakaria masuk ke tempat ibadah Maryam, ia mendapati rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Hal ini menunjukkan kemuliaan dan keberkahan yang Allah berikan kepada Maryam.
Keistimewaan terbesar Maryam adalah ketika Allah mengabarkan bahwa ia akan melahirkan seorang anak tanpa perantara seorang ayah. Malaikat Jibril datang menyampaikan kabar tersebut sebagai tanda kekuasaan Allah. Maryam sempat merasa heran karena ia adalah wanita yang menjaga kehormatannya. Namun dengan penuh keimanan ia menerima takdir tersebut sebagai kehendak Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Maryam ayat 20–21.
Ujian berat pun datang ketika Maryam harus menghadapi tuduhan masyarakat setelah melahirkan Nabi Isa. Dengan kesabaran dan tawakal yang luar biasa, ia mengikuti perintah Allah untuk berpuasa dari berbicara. Allah kemudian menunjukkan mukjizat ketika Nabi Isa yang masih bayi berbicara membela ibunya, sebagaimana disebutkan dalam Surah Maryam ayat 30. Peristiwa ini menjadi bukti nyata kemuliaan Maryam dan kekuasaan Allah.
Kisah Maryam binti Imran memberikan teladan besar bagi umat Islam, khususnya bagi kaum wanita. Ia menjadi contoh dalam menjaga kesucian diri, kesabaran menghadapi ujian, serta ketaatan penuh kepada Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa wanita terbaik di dunia di antaranya adalah Maryam binti Imran. Oleh karena itu, sosok Maryam tetap menjadi inspirasi sepanjang zaman sebagai simbol kemuliaan, ketakwaan, dan keimanan yang kokoh kepada Allah SWT.