Ilustrasi air zam zam
Terasmuslim.com - Air Zam-Zam bukan sekadar sumber air biasa. Ia adalah mata air penuh keberkahan yang Allah SWT pancarkan di tengah padang pasir tandus. Sejarahnya berawal dari kisah agung keluarga nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an dan hadits. Ketika Ibrahim ‘alaihissalam meninggalkan istrinya, Hajar, dan putranya, Ismail, di lembah tandus Makkah atas perintah Allah, tidak ada sumber air maupun kehidupan di sana. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam firman Allah pada QS. Ibrahim: 37 tentang doa Nabi Ibrahim agar keturunannya menetap di lembah yang tidak memiliki tanaman di dekat Baitullah.
Ketika persediaan air habis, Hajar berlari antara bukit Shafa dan Marwah demi mencari pertolongan. Usaha ini bukan bentuk keputusasaan, melainkan ikhtiar penuh tawakal. Tujuh kali ia bolak-balik, hingga Allah menurunkan pertolongan-Nya. Dalam hadits riwayat Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa Malaikat Jibril memukul tanah dengan tumit atau sayapnya, lalu memancarlah air dari bawah kaki Ismail kecil. Itulah awal mula Zam-Zam, mata air yang terus mengalir hingga hari ini.
Nama “Zam-Zam” sendiri disebut berasal dari ucapan Hajar yang berusaha membendung air sambil berkata, “zam zam” (berkumpullah, berkumpullah), agar air tidak menyebar. Peristiwa ini menunjukkan bahwa pertolongan Allah datang setelah usaha maksimal dan kesabaran. Dari lembah tandus yang sunyi, Allah menjadikannya pusat peradaban dan ibadah umat manusia.
Keutamaan air Zam-Zam juga ditegaskan dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Air Zam-Zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah). Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya ia adalah air yang diberkahi, makanan yang mengenyangkan.” (HR. Muslim). Para ulama menjelaskan bahwa air Zam-Zam memiliki keberkahan, dapat menguatkan tubuh, dan menjadi sebab kesembuhan dengan izin Allah.
Secara spiritual, Zam-Zam menjadi simbol tauhid dan ketaatan total kepada perintah Allah. Dari pengorbanan Nabi Ibrahim dan kesabaran Hajar, lahirlah salah satu syiar terbesar dalam Islam. Hingga kini, jutaan jamaah haji dan umrah yang mengunjungi Makkah tidak pernah melewatkan kesempatan meminum air Zam-Zam sebagai bagian dari ibadah mereka.
Kisah asal muasal Zam-Zam mengajarkan bahwa di balik ujian berat selalu ada pertolongan Allah yang tak terduga. Dari padang pasir yang gersang, Allah memancarkan sumber kehidupan yang tak pernah kering. Ia bukan sekadar air, tetapi tanda kebesaran Allah dan bukti bahwa tawakal yang sejati akan berbuah keberkahan sepanjang zaman.