• KEISLAMAN

Tata Cara Mandi Junub Sesuai Sunnah Rasulullah

Yahya Sukamdani | Senin, 23/02/2026
Tata Cara Mandi Junub Sesuai Sunnah Rasulullah Ilustrasi simbolik mandi junub

Terasmuslim.com - Mandi junub atau mandi wajib merupakan bagian penting dari thaharah (bersuci/membersihkan diri) dalam Islam. Allah SWT memerintahkan orang yang berhadas besar untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah tertentu. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Dan jika kamu junub maka mandilah…” (QS. Al-Ma’idah: 6). Ayat ini menegaskan bahwa mandi junub adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar, baik karena hubungan suami istri maupun keluarnya mani.

Tata cara mandi junub telah dicontohkan secara rinci oleh Nabi Muhammad SAW melalui hadis-hadis shahih. Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memulai mandi junub dengan mencuci kedua tangan, kemudian membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada, lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat sebelum menyiramkan air ke seluruh tubuh.

Langkah berikutnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menyela-nyela rambutnya dengan jari-jemari hingga air sampai ke kulit kepala. Setelah itu beliau menyiram kepala sebanyak tiga kali, lalu mengguyur seluruh tubuhnya. Ini menunjukkan bahwa memastikan air merata ke seluruh tubuh, termasuk pangkal rambut dan lipatan-lipatan kulit, adalah bagian penting dari kesempurnaan mandi junub.

Para ulama menjelaskan bahwa rukun mandi junub ada dua: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Namun mengikuti tata cara yang dicontohkan Rasulullah SAW bernilai sunnah dan menyempurnakan ibadah. Dalam Islam, keteladanan Nabi SAW bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk ketaatan sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 21 bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir.

Adapun niat tidak perlu dilafalkan, karena tempatnya di dalam hati. Ketika seseorang sadar bahwa ia mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah, maka itu sudah mencukupi. Penting juga memperhatikan penggunaan air secara hemat, karena Rasulullah SAW dikenal tidak berlebihan dalam memakai air meskipun beliau mandi dengan sempurna.

Dengan memahami tata cara mandi junub sesuai sunnah, seorang Muslim tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga meneladani ibadah Nabi SAW secara utuh. Kebersihan lahir menjadi pintu bagi kebersihan batin. Maka, mempelajari fiqih thaharah (bersuci/membersihkan diri)  seperti ini bukan perkara sepele, melainkan bagian dari kesempurnaan iman dan ketaatan kepada Allah SWT.