• KEISLAMAN

Ziarah Kubur Sebelum Puasa, Adakah Contohnya dari Rasulullah SAW?

Yahya Sukamdani | Selasa, 17/02/2026
Ziarah Kubur Sebelum Puasa, Adakah Contohnya dari Rasulullah SAW? Ilustrasi foto ziarah kubur

Terasmuslim.com - Menjelang datangnya bulan Ramadhan, sebagian kaum muslimin memiliki kebiasaan berziarah kubur. Tradisi ini kerap dimaknai sebagai bentuk persiapan batin sebelum memasuki bulan suci. Namun, pertanyaan pentingnya: adakah contoh khusus dari Rasulullah SAW tentang ziarah kubur sebelum puasa Ramadhan? Ataukah ini sekadar tradisi yang berkembang di tengah masyarakat muslim?

Secara prinsip, ziarah kubur adalah amalan yang disyariatkan dalam Islam. Rasulullah SAW awalnya melarang ziarah kubur, lalu membolehkannya setelah akidah umat Islam menguat. Dalam hadits riwayat Shahih Muslim, Nabi SAW bersabda: “Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena ia mengingatkan kalian kepada akhirat.” Hadits ini menjadi dasar kuat disyariatkannya ziarah kubur secara umum.

Namun, jika dikaitkan secara khusus dengan waktu sebelum Ramadhan, tidak ditemukan dalil shahih yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mencontohkan ziarah kubur sebagai amalan khusus menyambut puasa. Tidak ada riwayat yang menyebutkan Nabi SAW atau para sahabat secara rutin berziarah kubur menjelang Ramadhan. Karena itu, mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu tanpa dalil perlu disikapi dengan hati-hati.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan kematian (QS. Ali ‘Imran: 185). Ayat ini menjadi landasan umum bahwa mengingat kematian adalah bagian dari pendidikan iman. Ziarah kubur berfungsi sebagai sarana tazkirah (pengingat), bukan ritual yang terikat dengan waktu tertentu, termasuk sebelum Ramadhan.

Para ulama menjelaskan bahwa ziarah kubur sebelum puasa hukumnya boleh selama diniatkan untuk mengambil pelajaran, mendoakan mayit, dan melembutkan hati. Yang tidak dibenarkan adalah menjadikannya sebagai ibadah khusus Ramadhan atau meyakini adanya keutamaan tertentu tanpa dasar syariat. Islam sangat tegas dalam menjaga kemurnian ibadah agar tidak bercampur dengan keyakinan yang tidak berdalil.

Momentum menjelang Ramadhan sejatinya diisi dengan memperbanyak taubat, memperbaiki sholat, melunasi hutang puasa, dan mempersiapkan ilmu tentang ibadah puasa. Jika ziarah kubur dilakukan sebagai sarana mengingat akhirat dan memperkuat kesadaran iman, maka itu termasuk kebaikan. Namun, yang paling utama adalah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dengan ilmu dan kehati-hatian dalam beragama.