• KEISLAMAN

Ketika Tidur Menjadi Ibadah

Yahya Sukamdani | Senin, 26/01/2026
Ketika Tidur Menjadi Ibadah Ilustrasi foto berdoa sebelum tidur

Terasmuslim.com - Dalam Islam, setiap aktivitas mubah dapat bernilai ibadah jika disertai niat karena Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Tidur yang diniatkan untuk menjaga kesehatan agar kuat beribadah, bangun shalat malam, atau menjalankan kewajiban esok hari, berubah dari kebiasaan duniawi menjadi amal bernilai pahala.

Al-Qur’an menyebut tidur sebagai tanda kekuasaan dan kasih sayang Allah. Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari” (QS. Ar-Rum: 23). Ayat ini mengajarkan bahwa tidur adalah nikmat yang Allah berikan untuk memulihkan tubuh dan jiwa, bukan sesuatu yang tercela selama tidak melalaikan kewajiban.

Rasulullah SAW juga mencontohkan adab dan sunnah sebelum tidur agar tidur bernilai ibadah. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau mengajarkan membaca doa, berwudhu, berbaring miring ke kanan, serta membaca ayat-ayat dzikir seperti Ayat Kursi. Amalan ini bukan hanya menenangkan jiwa, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan dari gangguan dan dosa.

Pada akhirnya, tidur menjadi ibadah ketika ia menjadi sarana taat, bukan sumber lalai. Allah berfirman, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia” (QS. Al-Qashash: 77). Islam tidak memusuhi kebutuhan jasmani, tetapi mengarahkannya agar selaras dengan tujuan akhirat. Dengan niat lurus dan sunnah yang dijaga, bahkan tidur pun dicatat sebagai ibadah di sisi Allah.