• KEISLAMAN

Malas Grooming di Depan Suami? Ini Dampaknya Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Minggu, 21/12/2025
Malas Grooming di Depan Suami? Ini Dampaknya Menurut Islam Ilustrasi foto berhias

Terasmuslim.com - Dalam Islam, hubungan suami istri dibangun di atas mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Salah satu bentuk menjaga cinta tersebut adalah memperhatikan penampilan dan kebersihan diri di hadapan pasangan. Allah ﷻ berfirman, “Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf” (QS. Al-Baqarah: 228). Ayat ini menunjukkan bahwa sebagaimana istri berharap kebaikan dari suami, suami pun berhak mendapatkan pelayanan dan sikap terbaik dari istrinya, termasuk dalam hal penampilan yang pantas dan menyenangkan.

Malas grooming atau merawat diri di hadapan suami dapat berdampak pada berkurangnya ketertarikan dan keharmonisan rumah tangga. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang sangat menjaga kebersihan dan kerapian. Dalam hadist disebutkan, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim). Para ulama menjelaskan bahwa keindahan yang dimaksud mencakup kebersihan badan, pakaian, dan penampilan yang layak, terlebih di hadapan pasangan halal.

Islam juga menekankan pentingnya istri berhias untuk suaminya, bukan untuk selainnya. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Sesungguhnya aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku senang istriku berhias untukku” (HR. Ath-Thabari). Jika seorang istri lalai dalam hal ini, dikhawatirkan akan timbul rasa kecewa, renggangnya komunikasi, bahkan membuka celah fitnah dalam rumah tangga, meski hal tersebut tidak dibenarkan.

Namun, Islam tetap memandang persoalan ini dengan adil dan bijak. Grooming tidak dimaksudkan untuk memberatkan atau memaksa, tetapi dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi. Niatkan merawat diri sebagai ibadah dan bentuk ketaatan kepada Allah. Allah ﷻ berfirman, “Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri) secara patut” (QS. An-Nisa: 19). Jika suami dan istri saling memahami, saling menjaga hak dan kewajiban, maka rumah tangga akan dipenuhi ketenangan, cinta, dan keberkahan.