• KEISLAMAN

Aku Sudah Taat, Kok Dia yang Sukses?

Yahya Sukamdani | Kamis, 11/12/2025
Aku Sudah Taat, Kok Dia yang Sukses? Ilustrasi foto menasehati supaya sabar

Terasmuslim.com - Sering kali muncul pertanyaan dalam hati ketika melihat orang lain yang jauh dari ketaatan justru tampak lebih sukses. Al-Qur’an menjelaskan bahwa dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang. Allah berfirman, “Kami lapangkan rezeki bagi siapa yang Kami kehendaki, baik untuk orang yang beriman maupun kafir.” (QS. Al-Isra: 20). Artinya, rezeki dunia bukan tanda cinta atau murka Allah. Ketaatan bukan jaminan kaya, namun jaminan dekat dengan Allah dan selamat di akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Seandainya dunia itu sebanding dengan sayap nyamuk di sisi Allah, niscaya Allah tidak akan memberi minum seteguk pun kepada orang kafir.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa dunia sangat kecil nilainya di sisi Allah. Maka, ketika ada orang yang maksiat tapi tetap kaya atau berhasil, itu bukan bentuk ridha Allah, melainkan ujian yang bisa menjadi sebab kejatuhannya bila tidak ia syukuri.

Allah juga menguji hamba yang taat dengan penundaan rezeki atau kesuksesan agar iman mereka semakin matang. Allah berfirman, “Apakah kalian mengira akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian ujian seperti yang dialami orang-orang sebelum kalian?” (QS. Al-Baqarah: 214). Kesulitan bukan tanda Allah meninggalkan, tetapi cara Allah menguatkan. Sering kali, Allah menunda sesuatu yang kita inginkan agar Ia memberi sesuatu yang lebih baik dan lebih halal.

Pada akhirnya, kesuksesan bagi orang beriman bukan sekadar hasil dunia, tetapi keberkahan, ketenangan, dan kedekatan dengan Allah. Allah berjanji, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3). Maka tugas kita adalah terus taat, memperbaiki niat, dan bersabar atas pembagian Allah. Karena yang menentukan bukan cepat atau lambatnya sukses, tetapi bagaimana kita tetap berada di jalan-Nya.