Ilustrasi foto mensyukuri
Terasmuslim.com - Ketenangan hidup adalah kebutuhan setiap manusia, dan Islam telah memberikan panduan jelas untuk meraihnya. Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan sejati tidak datang dari harta, jabatan, atau kesenangan dunia, tetapi dari hati yang selalu terhubung kepada Allah. Zikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an menjadi sumber ketentraman yang tidak bisa digantikan oleh apa pun di dunia.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ketenangan muncul dari keimanan yang kuat dan tawakal kepada Allah. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki seperti burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi). Tawakal membuat seseorang tidak berlebihan dalam berharap kepada makhluk, sehingga hatinya terbebas dari kekhawatiran yang tidak perlu.
Hidup juga akan lebih tenang ketika seseorang menjauhi maksiat dan memperbanyak amal saleh. Dosa adalah sumber kegelisahan dan hilangnya ketentraman hati. Rasulullah ﷺ bersabda, “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang membuat hatimu gelisah.” (HR. Muslim). Semakin seseorang menjaga pandangan, ucapan, dan perbuatannya dari hal-hal haram, semakin ringan langkahnya dan semakin lapang hatinya.
Selain itu, ketenangan hadir ketika seseorang mensyukuri nikmat yang ada tanpa terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Allah berjanji, “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian.” (QS. Ibrahim: 7). Syukur menanamkan rasa cukup, menjauhkan iri, dan membuat hati lebih damai dalam menjalani takdir. Dengan zikir, tawakal, menjauhi dosa, dan memperbanyak syukur, seorang mukmin akan merasakan ketenangan yang tidak bisa dibeli oleh apa pun di dunia.