• KEISLAMAN

Istiqomah di Atas Kesabaran dalam Pandangan Islam

Yahya Sukamdani | Jum'at, 14/11/2025
Istiqomah di Atas Kesabaran dalam Pandangan Islam Ilustrasi foto membaca Al quran

Terasmuslim.com - Istiqomah di atas kesabaran merupakan salah satu akhlak tertinggi dalam Islam, karena mencerminkan keteguhan hati dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan Allah. Dalam QS. Fussilat: 30, Allah menjanjikan ketenangan dan kabar gembira bagi orang-orang yang berkata “Rabb kami adalah Allah” kemudian beristiqomah. Ayat ini menunjukkan bahwa istiqomah bukan sekadar konsistensi, tetapi keteguhan yang disertai kesabaran dalam menghadapi godaan dan ujian hidup.

Kesabaran sendiri merupakan ciri utama orang beriman. Al-Qur’an menegaskan dalam QS. Al-Baqarah: 153 bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Para ulama menjelaskan bahwa kesabaran mencakup sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar menghadapi takdir. Ketiga bentuk sabar inilah yang menguatkan istiqomah seseorang, sehingga ia tidak mudah digoyahkan oleh ujian, hawa nafsu, ataupun tipuan setan.

Hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan keutamaan istiqomah. Ketika sahabat Sufyan bin Abdullah bertanya amalan apa yang paling kuat dipegang, Nabi menjawab: “Katakanlah ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqomahlah” (HR. Muslim). Jawaban ini menunjukkan bahwa keimanan harus dibuktikan dengan keteguhan yang berkelanjutan. Kesabaran menjadi fondasi agar istiqomah itu tidak runtuh di tengah perjalanan hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, istiqomah di atas kesabaran tampak melalui sikap teguh dalam beribadah meski menghadapi kesulitan, tetap menjaga kebaikan meski dicela, dan terus menjauhi dosa meski tergoda. Para ulama menyebutkan bahwa istiqomah tidak berarti sempurna, tetapi terus berusaha tanpa menyerah. Dengan memperbanyak dzikir, doa, serta memohon keteguhan seperti yang diajarkan Nabi “Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik” seorang Muslim akan mampu mempertahankan istiqomah hingga akhir hayat.