Ilustrasi - ini bacaan doa ketika ada seseorang yang terkena musibah (Foto: ADVENTISTHEALTHCARE)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita menyaksikan orang lain yang sedang tertimpa musibah, entah itu kecelakaan, kehilangan harta benda, atau cobaan hidup lainnya.
Sebagai seorang muslim, Islam mengajarkan agar kita tidak sekadar merasa kasihan, tetapi juga mendoakan kebaikan bagi mereka.
Rasulullah SAW mencontohkan doa yang dapat dibaca ketika melihat orang lain tertimpa musibah agar kita terhindar dari nasib serupa dan tetap bersyukur atas nikmat Allah.
Berikut bacaan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
الْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلًا
Alhamdu lillāhilladzī ‘āfānī mimmabtalāka bihī wa faḍḍalanī ‘alā katsīrin mimman khalaqa tafḍīlā
Artinya:
"Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari cobaan yang menimpamu dan melebihkanku atas banyak makhluk yang telah Dia ciptakan." (HR. Tirmidzi no. 3432, hasan)
Doa ini bukan bentuk kesombongan, melainkan ungkapan syukur kepada Allah karena telah memberikan keselamatan dan nikmat yang tidak dimiliki semua orang.
Dengan membaca doa ini, kita juga memohon agar dijauhkan dari ujian serupa, serta mengingat bahwa semua musibah terjadi atas kehendak Allah sebagai ujian bagi hamba-Nya.
Rasulullah SAW juga mengingatkan agar doa ini tidak dibaca di hadapan orang yang sedang terkena musibah, karena bisa melukai perasaannya. Doa ini dibaca secara diam-diam atau dalam hati, sebagai bentuk empati sekaligus introspeksi diri.
Melihat orang lain tertimpa musibah seharusnya membuat kita lebih banyak bersyukur, bukan merasa lebih baik. Doa ini mengajarkan sikap tawadhu’ (rendah hati) dan kasih sayang sesama manusia.
Dalam Islam, setiap musibah memiliki hikmah, baik bagi yang mengalaminya maupun yang menyaksikannya.
Dengan membiasakan membaca doa ini, kita tidak hanya menjaga hati dari rasa sombong, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, menyadari bahwa keselamatan dan kenikmatan hidup hanyalah titipan sementara.