• KEISLAMAN

Akibat Buruk Sikap Zalim kepada Sesama Manusia

Yahya Sukamdani | Minggu, 09/11/2025
Akibat Buruk Sikap Zalim kepada Sesama Manusia Ilustrasi perbuatan zalim

Terasmuslim.com - Zalim kepada manusia adalah salah satu dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Kezaliman berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya, termasuk merampas hak orang lain, menyakiti, atau menindas dengan kekuasaan dan ucapan. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mengira bahwa Allah lalai terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42). Ayat ini menegaskan bahwa meski pelaku zalim tampak bebas di dunia, azab Allah pasti menantinya di akhirat.

Rasulullah ﷺ memperingatkan dalam hadis sahih riwayat Muslim, “Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” Maksudnya, orang yang berbuat zalim akan hidup dalam kebingungan dan penyesalan di akhirat karena dosanya terhadap sesama manusia belum diselesaikan. Berbeda dengan dosa kepada Allah yang bisa diampuni dengan taubat, dosa akibat menzalimi orang lain baru akan dihapus setelah mendapat ridha dari korban. Maka, seorang mukmin sejati harus berhati-hati agar tidak melukai atau mengambil hak siapa pun.

Dalam QS. Al-An’am: 164, Allah menegaskan prinsip keadilan-Nya, “Dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” Ini berarti setiap kezaliman akan mendapat balasannya secara pribadi. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Barang siapa menzalimi saudaranya, hendaklah ia meminta maaf hari ini, sebelum datang hari di mana tidak ada dinar dan dirham, kecuali kebaikan yang diambil darinya.” (HR. Bukhari). Hadis ini menggambarkan betapa seriusnya akibat kezaliman, karena pada hari kiamat tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaikinya.