Ilustrasi foto beda nasab
Terasmuslim.com - Dalam Islam, kemuliaan seseorang tidak diukur dari garis keturunan atau nasab, melainkan dari ketakwaan dan amal salehnya. Berbangga dengan nasab atau asal-usul keluarga adalah sifat jahiliah yang dikecam keras oleh syariat. Islam datang untuk menghapus kesombongan berbasis keturunan dan menegaskan bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah.
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat [49]: 13)
Ayat ini menjelaskan bahwa perbedaan suku dan nasab hanyalah untuk saling mengenal, bukan untuk saling menyombongkan. Kemuliaan sejati hanya milik orang yang bertakwa.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian kesombongan jahiliah dan kebanggaan terhadap nenek moyang. (Semua manusia) hanyalah dua golongan: orang yang bertakwa dan mulia di sisi Allah, atau orang yang durhaka dan hina di sisi Allah.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Hadis ini memperjelas bahwa kemuliaan bukanlah warisan darah, melainkan hasil amal dan akhlak. Seseorang tidak akan ditinggikan karena keturunan, tapi karena ketulusan dan ketaatan kepada Allah.