Ilustrasi Menjaga lisan (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi akhlak dan kepekaan hati terhadap sesama. Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok lebih baik daripada mereka; dan jangan pula wanita-wanita mengolok wanita lain, boleh jadi wanita yang diperolok lebih baik daripada mereka. Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang buruk.” Ayat ini menegaskan bahwa menjaga ucapan dan sikap agar tidak menyakiti orang lain adalah bentuk keimanan yang sejati.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai teladan utama dalam menjaga perasaan orang lain. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; ia tidak menzhalimi dan tidak membiarkannya (dalam kesusahan).” Bahkan, beliau tak pernah berkata kasar atau mempermalukan seseorang di depan umum. Sikap lembut, empati, dan menghormati sesama menjadi cerminan akhlak mulia yang dicintai Allah ﷻ.
Menjaga perasaan orang lain juga merupakan bagian dari menjaga ukhuwah (persaudaraan). Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Artinya, seorang Muslim yang beriman sejati akan berusaha menghindari ucapan dan tindakan yang bisa melukai hati orang lain, karena ia ingin diperlakukan dengan kebaikan yang sama.