• KEISLAMAN

Sholat Hajat, Jalan Menuju Terkabulnya Doa

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 11/10/2025
Sholat Hajat, Jalan Menuju Terkabulnya Doa Ilustrasi - sholat (Foto: media harapan)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam kehidupan, setiap manusia pasti memiliki keinginan, hajat, dan kebutuhan tertentu yang diharapkan dapat terwujud. Islam memberikan tuntunan khusus bagi umatnya untuk memohon kepada Allah SWT melalui sebuah ibadah sunnah yang disebut shalat hajat.

Ibadah ini menjadi bentuk pengharapan dan ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta, agar segala urusannya dimudahkan serta keinginannya dikabulkan.

Secara bahasa, hajat berarti kebutuhan atau keinginan. Maka, shalat hajat adalah shalat sunnah yang dilakukan ketika seseorang memiliki permohonan khusus kepada Allah SWT, baik urusan dunia maupun akhirat.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menunaikan sholat hajat ketika mereka ingin meminta pertolongan langsung kepada Allah.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa RA, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ إِلَى اللهِ تَعَالَى حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ، فَلْيَتَوَضَّأْ، فَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ، ثُمَّ لِيَقُلْ...

“Barang siapa memiliki kebutuhan kepada Allah atau kepada sesama manusia, maka hendaklah ia berwudhu dengan baik, lalu sholat dua rakaat, memuji Allah, bershalawat kepada Nabi SAW, kemudian berdoa kepada Allah dengan doa (hajat) yang diinginkan.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menjadi dasar utama anjuran sholat hajat, yang menegaskan bahwa setiap permohonan hendaknya diawali dengan ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.

Sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari, selama bukan pada waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. Jumlah rakaatnya paling sedikit dua rakaat dan paling banyak dua belas rakaat, tergantung pada keinginan dan kemampuan orang yang melaksanakannya.

Niat sholat hajat dibaca di dalam hati saat takbiratul ihram:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal hâjati rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat lainnya. Setelah sholat selesai, seseorang disunnahkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca doa sholat hajat, yang berisi permohonan agar Allah mengabulkan segala hajatnya, melapangkan kesulitan, serta menghapus dosa-dosa.

Doa yang dibaca setelah sholat hajat antara lain:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ...

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam...”

Melalui doa ini, seseorang memohon agar hajatnya yang baik dikabulkan dan diberikan jalan keluar dari segala kesulitan hidupnya.

Waktu dan Keutamaan Sholat Hajat

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat hajat adalah pada malam hari, khususnya di sepertiga malam terakhir, ketika Allah SWT membuka pintu langit dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang beribadah dengan penuh keikhlasan.

Keutamaan sholat hajat tidak hanya terletak pada dikabulkannya permintaan, tetapi juga pada makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Ibadah ini mengajarkan kesabaran, kerendahan hati, dan keyakinan bahwa semua keputusan terbaik hanya datang dari Allah SWT.

Dengan melaksanakan sholat hajat, seorang Muslim meneguhkan keyakinannya bahwa tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. Sholat ini menjadi wujud penghambaan sejati sekaligus sarana mendekatkan diri kepada-Nya di saat hati sedang berharap penuh.