• KEISLAMAN

Anak atau Istri, Mana yang Lebih Utama?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 18/09/2025
Anak atau Istri, Mana yang Lebih Utama? Ilustrasi - suami istri (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam kehidupan rumah tangga, seorang Muslim kerap dihadapkan pada berbagai tanggung jawab, baik terhadap istri maupun anak-anak. Pertanyaan yang sering muncul adalah, mana yang lebih utama untuk didahulukan anak atau istri?

Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjalankan hak dan kewajiban. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memperhatikan hak-hak semua anggota keluarga, termasuk istri dan anak. Keduanya memiliki hak yang harus dipenuhi oleh seorang kepala keluarga, baik dalam hal nafkah, kasih sayang, maupun perhatian.

Seorang suami wajib memberikan nafkah, perlindungan, dan kasih sayang kepada istrinya. Istri berhak atas perhatian dan penghormatan dari suami sebagai bagian dari membina rumah tangga yang harmonis. Hadis Rasulullah SAW menyebutkan bahwa seorang suami yang baik adalah yang memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan dan perhatian.

Sementara itu, anak-anak juga memiliki hak yang harus dipenuhi, seperti pendidikan, perlindungan, dan kasih sayang. Orang tua berkewajiban membimbing anak untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik dan bertakwa. Islam menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan anak-anak tanpa mengabaikan hak-hak mereka.

Dalam hal memilih prioritas antara anak atau istri, para ulama menekankan konteks situasi. Misalnya, jika seorang anak membutuhkan pertolongan segera untuk menyelamatkan nyawanya, maka membantu anak menjadi prioritas. Namun, dalam urusan rumah tangga sehari-hari, seorang suami tidak boleh mengabaikan istri demi anak, atau sebaliknya. Prinsip utama dalam Islam adalah keseimbangan dan keadilan.

Islam mengajarkan bahwa baik anak maupun istri memiliki hak yang harus dipenuhi. Tidak ada ketentuan mutlak yang menyatakan satu lebih utama daripada yang lain secara keseluruhan.

Yang penting adalah seorang Muslim bijak dalam membagi perhatian, waktu, dan nafkah sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Rumah tangga yang harmonis tercipta ketika hak anak dan istri terpenuhi dengan seimbang, disertai kasih sayang dan tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh kesadaran.

Dengan memahami prinsip ini, seorang kepala keluarga dapat menciptakan rumah tangga yang harmonis, penuh cinta, dan sesuai ajaran Islam, sehingga seluruh anggota keluarga merasa dihargai dan terlindungi.