• KEISLAMAN

Mengapa Syiah Bisa Menyebar dan Diterima di Indonesia? Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Senin, 04/08/2025
Mengapa Syiah Bisa Menyebar dan Diterima di Indonesia? Ini Penjelasannya Ilustrasi syiah

Terasmuslim.com - Di tengah keragaman aliran dalam Islam, Syiah menjadi salah satu yang mendapat sorotan di Indonesia. Meski merupakan kelompok minoritas, ajaran Syiah nyatanya mampu menyebar dan mendapat pengikut di berbagai wilayah tanah air. Apa yang membuat Syiah bisa diterima di sebagian kalangan masyarakat Indonesia?

Secara historis, pengaruh Syiah sebenarnya sudah ada sejak masa awal masuknya Islam ke Nusantara. Beberapa sejarawan mencatat bahwa para ulama dan pedagang dari Persia yang bermazhab Syiah pernah singgah dan menyebarkan ajaran di wilayah pesisir. Pengaruh itu terutama terasa di beberapa tradisi keagamaan masyarakat, seperti kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad ﷺ (Ahlul Bait) dan peringatan hari Asyura.

Cinta terhadap Ahlul Bait memang menjadi daya tarik utama dalam ajaran Syiah. Dalam budaya masyarakat Indonesia yang sangat menghormati keluarga dan keturunan, pesan moral dan spiritual yang dibawa oleh tokoh-tokoh seperti Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, dan Husain, mudah diterima dan dipahami secara emosional.

Selain itu, penyebaran Syiah juga didukung oleh strategi dakwah yang intelektual dan kultural. Kelompok Syiah aktif mengadakan kajian, menerbitkan buku, dan membentuk yayasan pendidikan. Pendekatan mereka cenderung santun, fokus pada keilmuan, serta mengedepankan diskusi terbuka yang menyentuh kalangan mahasiswa dan kaum terpelajar.

Minimnya literasi masyarakat terhadap perbedaan mazhab juga turut membuka ruang bagi penyebaran Syiah. Banyak masyarakat awam yang tidak memahami perbedaan mendasar antara Syiah dan Sunni, sehingga ajaran Syiah kerap diterima tanpa resistensi. Apalagi jika disampaikan dengan narasi keadilan, perjuangan, dan perlawanan terhadap penindasan.

Dukungan jaringan global juga memperkuat eksistensi Syiah di Indonesia. Beberapa pengikut Syiah mendapat beasiswa untuk belajar di Iran dan kembali sebagai dai. Selain itu, ada pula dukungan dari lembaga sosial dan penerbitan yang aktif memperkenalkan pemikiran Syiah di tengah masyarakat.

Namun demikian, keberadaan Syiah di Indonesia tidak lepas dari kontroversi. Sebagian besar ormas Islam dan ulama dari kalangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah menganggap Syiah memiliki perbedaan prinsipil dalam akidah dan fiqih, sehingga menolak penyebarannya. Beberapa konflik horizontal bahkan pernah terjadi di sejumlah daerah terkait isu ini.

Kebebasan beragama di Indonesia membuat berbagai paham bisa berkembang, namun edukasi yang sehat dan damai menjadi penting agar masyarakat tidak terpecah karena perbedaan mazhab. Dalam masyarakat yang majemuk, dialog dan klarifikasi menjadi jalan tengah untuk merawat kerukunan.