Ilustrasi - inilah aktivitas pagi Rasulullah SAW yang wajib kita teladani (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Pagi hari adalah awal dari segala aktivitas. Bagaimana kita memulai pagi sangat memengaruhi produktivitas dan keberkahan sepanjang hari.
Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan sempurna, memiliki rutinitas pagi yang penuh hikmah dan kebermanfaatan. Mengikuti jejak beliau tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih disiplin, tenang, dan siap menghadapi tantangan.
Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat menjaga sholat malam (Tahajud). Beliau terbiasa bangun di sepertiga malam terakhir, bahkan saat Fajar belum menyingsing. Ini adalah waktu di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Manfaat yang bisa ditiru: Memulai hari dengan Tahajud memberikan ketenangan batin, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, dan mengisi jiwa dengan energi positif sebelum menghadapi kesibukan dunia. Meskipun hanya dua rakaat, kebiasaan ini dapat mengubah kualitas hari Anda.
Setelah Tahajud, Rasulullah SAW sering memperbanyak istighfar (memohon ampun) dan berdoa. Waktu sahur, menjelang Fajar, adalah momen yang sangat mustajab untuk bertaubat dan memanjatkan doa. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 18: "Dan di waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah)."
Manfaat yang bisa ditiru: Mengawali hari dengan memohon ampunan membersihkan hati dari dosa dan kesalahan. Berdoa di waktu ini juga melatih kita untuk bersyukur dan mengandalkan Allah dalam setiap langkah.
Sholat Subuh adalah sholat yang sangat ditekankan, dan Rasulullah SAW selalu berusaha melaksanakannya secara berjamaah di masjid. Beliau bersabda, "Barangsiapa sholat Subuh berjamaah, maka ia seolah-olah sholat semalam suntuk." (HR. Muslim).
Manfaat yang bisa ditiru: Datang ke masjid untuk Subuh berjamaah melatih kedisiplinan, mempererat tali silaturahmi dengan sesama Muslim, serta mendatangkan pahala yang besar. Ketenangan setelah sholat subuh juga membantu kita memulai hari dengan pikiran jernih.
Setelah sholat Subuh, Rasulullah SAW tidak langsung beranjak. Beliau akan duduk berdzikir hingga matahari terbit, atau membaca Al-Qur`an. Ini adalah waktu yang penuh berkah, sebagaimana hadis yang menyebutkan pahala seperti haji dan umrah sempurna bagi yang berdzikir hingga syuruq (matahari terbit) lalu sholat dua rakaat (Isyraq).
Manfaat yang bisa ditiru: Meluangkan waktu untuk berdzikir dan membaca Al-Qur`an di pagi hari memberikan ketenangan jiwa, membangun benteng spiritual, dan mengisi hari dengan keberkahan. Ini juga cara efektif untuk menenangkan pikiran sebelum menghadapi kesibukan.
Meski fokus pada ibadah, Rasulullah SAW tidak melupakan interaksi dengan keluarga. Beliau akan menyapa istri-istrinya, makan sarapan, dan kemudian bersiap untuk beraktivitas. Beliau juga akan memastikan kebersihan diri.