• KEISLAMAN

Hari dan Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa, Kapan?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 14/07/2025
Hari dan Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa, Kapan? Ilustrasi - orang berdoa (Foto: Istockphoto)

Jakarta, Terasmuslim.com - Sepertiga malam terakhir selama ini dikenal sebagai momen paling mujarab untuk memanjatkan doa.

Akan tetapi, menurut ulama karismatik KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, ada satu waktu lain yang tidak kalah istimewa, bahkan sering terlupakan oleh umat Islam.

Dalam sebuah kajian yang tayang di kanal YouTube Kajian Islam, Gus Baha mengungkapkan bahwa waktu paling mustajab untuk berdoa justru terjadi di penghujung hari Jumat, menjelang Maghrib.

“Bukan hanya sepertiga malam, justru akhir hari Jumat itu sangat luar biasa,” jelas Gus Baha dalam kajian tersebut, dikutip pada Senin (14/7).

Menurutnya, saat-saat terakhir sebelum matahari tenggelam di hari Jumat adalah waktu yang langitnya terbuka lebar, di mana doa-doa dapat lebih mudah sampai dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Gus Baha merujuk pada sejumlah riwayat yang menyebut keutamaan hari Jumat sebagai hari penuh berkah. Namun, banyak umat Islam hanya memahami secara umum, tanpa menyadari adanya momen puncak spiritual menjelang malam.

“Doalah di akhir Jumat, karena di waktu itu manusia pertama, Nabi Adam, diciptakan,” ucapnya, menegaskan kaitan spiritual antara penciptaan dan kekuatan doa.

Ia pun menyebut bahwa doa sebesar apapun, bila dipanjatkan di waktu ini dengan penuh harap, tidak akan sia-sia.

“Meskipun sebanyak pasir di pantai atau setinggi gunung, Insyaallah dikabulkan,” tegasnya.

Gus Baha mengajak kaum Muslimin agar tidak hanya fokus pada ibadah di malam hari, tetapi juga memaksimalkan detik-detik berakhirnya hari Jumat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada waktu yang dilarang untuk berdoa. Allah senantiasa mendengar setiap bisikan hati hamba-Nya. Namun, ada waktu-waktu istimewa yang layak dimaksimalkan karena keutamaannya yang besar.

“Doa itu bukan hanya dibaca, tapi mesti diiringi keyakinan dan kesungguhan,” pesan beliau.

Doa yang dipanjatkan hanya dari lisan tanpa kehadiran hati, menurut Gus Baha, ibarat kata-kata kosong yang tak memiliki ruh. Keimanan dan pengharapan adalah kunci utama agar doa benar-benar bermakna.

Ia pun mengingatkan bahwa jawaban doa tidak selalu datang dalam bentuk yang kita minta. Kadang terkabul secara tidak langsung, atau bahkan ditunda untuk waktu yang lebih baik.

“Yakinlah, Allah mendengar setiap doa dan akan mengabulkannya dengan cara-Nya,” tutup Gus Baha.