• KEISLAMAN

Pawai Obor Malam 1 Muharram, Tradisi Penuh Makna Menyambut Tahun Baru Islam

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 24/06/2025
Pawai Obor Malam 1 Muharram, Tradisi Penuh Makna Menyambut Tahun Baru Islam Ilustrasi - pawai obor yang dilakukan masyarakat Indonesia ketika 1 Muharram (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Malam pergantian tahun baru Islam, tepatnya pada 1 Muharram, kerap diramaikan oleh berbagai tradisi yang mengakar di tengah masyarakat Muslim.

Salah satu yang paling mencolok adalah pawai obor. Anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah ke jalan, membawa obor menyala sambil melantunkan selawat, takbir, dan doa. Pemandangan ini bukan sekadar tontonan meriah, tetapi mencerminkan nilai-nilai spiritual yang dalam.

Pawai obor bukan hanya soal kemeriahan. Di balik cahaya yang dibawa, terdapat simbol harapan dan refleksi. Obor melambangkan cahaya iman, yang diharapkan menerangi lembaran baru dalam hidup umat Muslim.

Lebih lanjut, Tradisi ini mengajak masyarakat untuk meninggalkan kegelapan masa lalu dan menapaki tahun baru dengan semangat perubahan dan perbaikan diri.

Meski tidak berasal dari ajaran syariat secara langsung, pawai obor merupakan bentuk ekspresi budaya Islam Nusantara yang tetap berada dalam koridor syariat.

Tradisi ini biasanya diawali dengan pembacaan doa akhir tahun sebelum Maghrib dan dilanjutkan dengan doa awal tahun setelahnya. Kedua doa ini mencerminkan harapan akan pengampunan masa lalu dan tekad memperbaiki diri di masa mendatang.

Doa akhir tahun dibaca sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ...
“Ya Allah, atas segala amal yang kulakukan di tahun ini, yang Kau larang dan aku belum bertaubat darinya, aku mohon ampunan-Mu…”

Sementara doa awal tahun dibaca setelah Maghrib:

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ...
“Ya Allah, Engkau-lah Yang Abadi dan Awal. Aku mohon kepada-Mu perlindungan dari godaan setan dan pertolongan untuk menjalani tahun ini dengan amal kebaikan…”

Dalam konteks pendidikan dan pembentukan karakter, pawai obor juga menjadi media syiar Islam yang efektif. Anak-anak dikenalkan dengan makna tahun baru Hijriah sejak dini, bukan sekadar dalam bentuk angka, tetapi melalui simbol dan semangat.

Di tengah tantangan zaman, tradisi ini menjadi upaya nyata mempertahankan identitas keislaman sekaligus menanamkan nilai spiritual dalam bentuk yang menyenangkan.

Banyak kalangan pesantren, madrasah, dan organisasi keagamaan turut menyelenggarakan pawai obor sebagai bagian dari kegiatan tahunan. Selain menumbuhkan semangat kebersamaan, pawai ini juga menjadi sarana silaturahmi antarwarga. Kegiatan semacam ini menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial yang harmonis.

Meski sederhana, cahaya obor di malam 1 Muharram membawa pesan yang kuat: agar umat Islam senantiasa menyalakan semangat hijrah—berpindah dari gelap menuju terang, dari lalai menuju sadar, dari maksiat menuju taat.

Sebuah tradisi yang pantas dijaga, selama nilai-nilainya tetap mengarah pada kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.