• KEISLAMAN

Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka? Ini Pesan Buya Yahya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 15/04/2025
Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka? Ini Pesan Buya Yahya Ilustrasi Ibadah (Foto: Dompet Quran)

Terasmuslim.com - Banyak orang merasa tenang karena telah rajin beribadah seperti sholat, puasa, bahkan bersedekah. Namun, Islam mengingatkan bahwa kesalehan tidak hanya diukur dari ibadah individu, tetapi juga dari cara seseorang berinteraksi dengan sesama. Fenomena orang yang giat beramal namun tersiksa di akhirat menjadi pelajaran penting yang disampaikan Buya Yahya dalam kajian terbaru yang diunggah melalui kanal YouTube @albahjah-tv, pada Senin (14/04/2025).

Menurut pendakwah asal Cirebon ini, seorang Muslim bisa kehilangan seluruh pahala ibadahnya jika tidak menjaga hubungan sosial dengan baik. Banyak yang lalai bahwa menyakiti orang lain, baik melalui ucapan maupun tindakan, bisa menggugurkan pahala yang dikumpulkan.

Dalam hadis yang dikutip Buya Yahya, Rasulullah SAW pernah ditanya siapa orang yang paling bangkrut. Para sahabat mengira yang dimaksud adalah orang yang tak memiliki harta. Namun Nabi menjelaskan, orang yang sejatinya bangkrut adalah mereka yang datang di hari kiamat dengan segudang pahala, tetapi pernah mencela, memfitnah, dan menzalimi orang lain. Pahalanya pun akan dipindahkan kepada para korban kezaliman itu, dan jika belum cukup, dosa-dosa korban akan ditimpakan kepadanya. Akibatnya, ia masuk neraka dalam keadaan merugi.

Buya Yahya menekankan bahwa dosa sosial tidak bisa diselesaikan hanya dengan taubat kepada Allah. Harus ada penyelesaian dengan orang yang dirugikan, termasuk meminta maaf atau mengembalikan haknya.

Salah satu hal yang paling sering dianggap sepele adalah lisan. Kebiasaan menggunjing, menyindir, mencaci, atau menyebar aib bisa menjadi sebab utama bangkrutnya amal seseorang. Sering kali hal ini dilakukan tanpa sadar, namun dampaknya sangat besar di akhirat.

“Jangan kira hanya karena sudah sholat lima waktu dan puasa sunnah, kita aman. Kalau lisan kita masih suka menyakitkan hati orang lain, kita sedang menumpuk utang akhirat,” jelas Buya Yahya.

Islam bukan hanya agama yang mengatur hubungan dengan Tuhan, tetapi juga sangat memperhatikan hubungan antar manusia. Oleh sebab itu, menjaga adab dan tidak meremehkan perasaan orang lain adalah bagian dari ibadah juga.

Buya Yahya mengajak umat Islam untuk terus melakukan introspeksi. Setelah seharian bergaul dan berbicara dengan banyak orang, penting untuk bertanya pada diri sendiri: apakah hari ini ada yang tersakiti karena sikap atau ucapan kita?

Rajin beribadah adalah hal yang mulia, tapi tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak mulia terhadap orang lain. Dalam Islam, amal yang baik akan sia-sia jika disertai kezaliman kepada sesama.

Untuk itu, selain bersemangat mengejar amal ibadah, umat Islam juga harus menjaga lisan, memperbaiki hubungan sosial, dan menghindari perilaku yang menyakiti orang lain. Sebab di akhirat nanti, keadilan Allah akan membalas semua perbuatan, baik ibadah maupun sikap terhadap manusia.