Ilustrasi Zuhud (Foto: bincangmuslimah)
Terasmuslim.com - Istilah zuhud kerap disalahartikan oleh sebagian orang sebagai hidup miskin dan menjauhi dunia sepenuhnya. Padahal, makna zuhud dalam Islam jauh lebih dalam dan penuh hikmah. Lantas, apa sebenarnya makna zuhud? Dan benarkah seorang Muslim yang zuhud harus hidup dalam kemiskinan?
Zuhud secara bahasa berarti “meninggalkan sesuatu karena tidak menganggapnya bernilai”. Dalam konteks Islam, zuhud bukan berarti meninggalkan harta, tapi tidak menjadikan harta dan dunia sebagai tujuan utama.
Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata:
“Zuhud bukan berarti kamu tidak memiliki sesuatu, tetapi kamu tidak diperbudak oleh apa yang kamu miliki.”
Artinya, seorang Muslim boleh memiliki harta, pekerjaan, dan kehidupan yang layak—bahkan mewah—selama hatinya tidak terpaut pada dunia dan ia tetap mendahulukan akhirat.
Allah SWT berfirman: "Apa yang ada di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal."
(QS. An-Nahl: 96)
Ayat ini menekankan pentingnya orientasi hidup seorang Muslim: mengejar yang kekal (akhirat), bukan yang fana (dunia).
Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Zuhud terhadap dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, tetapi zuhud adalah ketika kamu lebih percaya kepada apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tanganmu."
(HR. Tirmidzi)
Zuhud bukan berarti menolak kekayaan. Banyak sahabat Rasulullah ﷺ yang zuhud tetapi tetap kaya. Di antaranya adalah:
Mereka adalah teladan bahwa zuhud bukan soal jumlah harta, tapi bagaimana menyikapinya.
Menurut Imam Ibnul Qayyim, ciri-ciri orang zuhud antara lain:
Orang zuhud bisa saja hidup dalam kelimpahan, tetapi ia tetap rendah hati, dermawan, dan tidak sombong.
Di era sekarang, zuhud justru semakin relevan. Gaya hidup konsumtif, pencitraan di media sosial, dan perlombaan harta sering kali menjauhkan manusia dari tujuan sejati hidupnya.
Zuhud adalah jalan spiritual untuk menjaga hati tetap tenang di tengah hiruk-pikuk dunia. Ia menjadi pengingat bahwa dunia ini hanya sementara, dan akhiratlah tempat kembali.