• KEISLAMAN

Hati-Hati! Syawal Jadi Momen Favorit Setan Menggoda Manusia

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 08/04/2025
Hati-Hati! Syawal Jadi Momen Favorit Setan Menggoda Manusia Ilustrasi (Foto: Bincangsyariah)

Terasmuslim.com - Bulan suci Ramadhan senantiasa dinantikan umat Islam karena banyaknya keutamaan dan limpahan pahala di dalamnya. Selain sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, Ramadhan juga menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Salah satu keistimewaan besar Ramadhan sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW adalah:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR Bukhari no. 3277, Muslim no. 1079)

Tafsir mengenai setan yang dibelenggu dalam hadis ini menjadi bahan diskusi para ulama. Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah, menjelaskan bahwa sebagian ulama memahami makna ini secara harfiah: bahwa setan benar-benar diikat, sehingga tidak sebebas biasanya dalam menggoda manusia.

Namun ada pula tafsiran yang lebih simbolis. Menurut Buya Yahya, belenggu itu bisa bermakna bahwa manusia dimudahkan untuk taat, dan godaan setan menjadi tidak efektif seperti biasanya.

“Ada makna lain. Belenggu ini berkaitan dengan keadaan umat. Dimudahkan oleh Allah untuk berbuat baik. Jadi, meskipun setan tidak dibelenggu secara fisik, dia tidak mampu menggoda seperti biasa. Upaya-upayanya seolah tak berguna,” jelas Buya Yahya dalam kajiannya yang diunggah melalui YouTube Al Bahjah TV, pada Selasa (1/4/2025).

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa selepas Ramadhan, godaan dari setan akan kembali menguat. Setan akan berusaha menghapus kebaikan yang dibangun selama bulan suci.

“Setelah Ramadhan, saat Syawal datang, setan kembali bebas. Mereka berlomba-lomba menyesatkan. Seolah berkata, ‘Kalian baik-baik saat Ramadhan, akan aku rusak setelahnya.’ Mereka sudah mengintai dari pintu Syawal,” ungkap Buya Yahya dalam ceramah lain.

Karena itu, penting bagi kaum muslimin untuk menjaga konsistensi amal dan keimanan setelah Ramadhan, terutama memasuki bulan Syawal.

Jika di bulan Ramadhan umat Islam fokus pada hablumminallah, maka Syawal adalah waktu yang tepat untuk menyempurnakan hablumminannas—hubungan antarsesama manusia. Melalui momen silaturahmi, saling bermaafan, dan berbagi, umat Islam memperkuat ikatan sosial dan menebar kasih sayang.

“Syawal adalah bulan penyempurna. Setelah asyik mendekat kepada Allah di Ramadhan, maka di Syawal kita pererat hubungan antarmanusia. Saling memaafkan, memberi hadiah, menanamkan cinta kasih di antara sesama,” tutur Buya Yahya.

Namun, beliau mengingatkan agar dalam membangun hubungan sosial, jangan sampai melanggar aturan Allah. Misalnya, hanya karena sibuk bersilaturahmi, seseorang justru meninggalkan kewajiban utama seperti salat.

“Kadang ada orang mengaku silaturahmi, tapi salat malah ditinggal. Ini yang harus dihindari,” pesannya.