• KEISLAMAN

Halal Bihalal, Tradisi Unik Indonesia

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 07/04/2025
Halal Bihalal, Tradisi Unik Indonesia Ilustrasi halal bihalal (Foto: commonswikimedia)

Terasmuslim.com - Setiap kali Idul Fitri tiba, umat Islam di Indonesia menjalankan sebuah tradisi khas yang dikenal dengan halal bihalal. Tradisi ini tidak ditemukan di negara lain secara formal, bahkan tidak ada dalam budaya Timur Tengah. Meski tidak berasal langsung dari ajaran Islam, halal bihalal menjadi budaya positif yang berakar dari nilai-nilai Islam, yakni saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Istilah halal bihalal berasal dari bahasa Arab, meski konstruksinya bukanlah bentuk gramatikal Arab baku. Kata halal bermakna sesuatu yang dibolehkan, sedangkan bihalal bisa dimaknai sebagai saling menghalalkan atau saling memaafkan kesalahan.

Tradisi ini mulai populer pada masa Presiden Soekarno, yang menyarankan penggunaan istilah “halal bihalal” sebagai bentuk silaturahmi nasional usai perayaan Idul Fitri, untuk meredam ketegangan politik kala itu. Sejak saat itu, tradisi ini melekat kuat dalam masyarakat Indonesia, dari tingkat keluarga, instansi, hingga kenegaraan.

Halal bihalal biasanya dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Momen ini menjadi ajang saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan mempererat hubungan antara sesama, baik keluarga, tetangga, teman kerja, hingga masyarakat luas.

Tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya memaafkan dan menyambung tali silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:

"مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ"
"Man lā yarḥam, lā yurḥam"
"Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam hadis lain:

"لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ"
"Lā yadkhulul-jannata qāṭi‘u raḥim"
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi."
(HR. Muslim)

Pelaksanaan halal bihalal sangat beragam, tergantung lingkungan dan budaya setempat. Umumnya dilakukan dalam bentuk:

  • Berkumpul bersama keluarga besar

  • Acara makan bersama

  • Salaman dan saling mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin”

  • Kegiatan resmi di kantor, sekolah, atau lembaga-lembaga lainnya

Meski suasananya santai dan penuh kegembiraan, esensi dari halal bihalal adalah rekonsiliasi hati, menumbuhkan kembali kasih sayang dan menghapus rasa benci.

Meski bukan berasal dari ajaran Islam secara khusus, halal bihalal menunjukkan kemampuan umat Islam Indonesia untuk mengolah nilai-nilai keislaman ke dalam bentuk budaya yang damai dan penuh toleransi. Banyak warga negara asing yang tinggal di Indonesia turut merasakan kehangatan dari tradisi ini.

Halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga cermin kearifan lokal Indonesia dalam membumikan ajaran Islam. Ia menjadi ruang untuk memperbaiki hubungan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.