Ilustrasi (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW pernah menceritakan kisah seorang penghuni surga yang membuat para sahabat penasaran. Kisah ini mengajarkan kepada umat Islam betapa pentingnya menjaga hati dari rasa dengki dan iri terhadap orang lain.
Dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, suatu hari Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabat. Tiba-tiba beliau bersabda, "Akan datang kepada kalian seorang lelaki dari penduduk surga." Tidak lama kemudian, datanglah seorang lelaki Anshar yang sederhana, dengan janggut yang masih basah karena wudhu, serta sandal yang dijinjing di tangan kirinya.
Keesokan harinya, Rasulullah SAW kembali mengucapkan hal yang sama, dan orang yang datang tetaplah lelaki tersebut. Begitu pula di hari ketiga, beliau mengulang pernyataan yang sama, dan lelaki itu lagi yang datang.
Karena penasaran, salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr bin Al-Ash, meminta izin untuk bermalam di rumah lelaki tersebut. Selama tiga hari berturut-turut, Abdullah mengamati ibadah lelaki itu. Ia tidak melihat sesuatu yang luar biasa—tidak banyak puasa sunnah atau shalat malam.
Akhirnya, Abdullah memberanikan diri untuk bertanya, "Wahai saudaraku, Rasulullah SAW telah bersabda bahwa engkau adalah penghuni surga. Namun, aku tidak melihat amal ibadahmu lebih banyak daripada kami. Apa rahasia yang membuatmu mendapatkan kabar gembira itu?"
Lelaki itu pun tersenyum dan menjawab dengan rendah hati, "Aku tidak memiliki amalan yang istimewa. Namun, aku selalu menjaga hatiku agar bersih dari rasa dengki dan iri terhadap orang lain. Aku tidak pernah menyimpan kebencian terhadap seorang Muslim pun."
Jawaban itu membuat Abdullah bin Amr menyadari bahwa kebersihan hati adalah kunci utama menuju surga.
.