• KEISLAMAN

Tradisi Isra Miraj dalam Kehidupan Masyarakat Sunda

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 25/01/2025
Tradisi Isra Miraj dalam Kehidupan Masyarakat Sunda Ilustrasi (Foto: tribunnews)

Terasmuslim.com - Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (Miraj). Di Indonesia, termasuk di tanah Sunda, peringatan Isra Miraj dirayakan dengan penuh khidmat dan tradisi khas yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal.

Bagi masyarakat Sunda, Isra Miraj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga momen untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW menjadi inspirasi untuk memperkuat iman, meningkatkan kesalehan, dan memperbaiki akhlak. Dalam konteks budaya Sunda, peringatan ini sering dikaitkan dengan nilai-nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh, yang berarti saling mengasihi, saling mengingatkan, dan saling menjaga.

Tradisi dan Kegiatan dalam Peringatan Isra Miraj

Masyarakat Sunda memiliki berbagai cara unik untuk merayakan Isra Miraj. Berikut adalah beberapa tradisi yang biasa dilakukan:

  1. Pengajian Akbar adalah kegiatan utama dalam peringatan Isra Miraj. Biasanya, masyarakat Sunda mengundang ulama atau ustaz untuk memberikan tausiyah tentang makna Isra Miraj. Pengajian ini sering diiringi oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat nabi.
  2. Pentas Seni Islami Dalam beberapa daerah di Jawa Barat, peringatan Isra Miraj juga dimeriahkan dengan pentas seni Islami seperti marawis, qosidah, atau degung Sunda yang membawakan lagu-lagu bernuansa religi. Kesenian ini menjadi sarana untuk menyampaikan pesan agama dengan cara yang menarik.
  3. Ngaliwet Bersama adalah tradisi makan bersama khas Sunda yang sering dilakukan pada momen-momen spesial, termasuk Isra Miraj. Dalam tradisi ini, masyarakat berkumpul untuk menyantap nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang, menciptakan suasana kebersamaan dan persaudaraan.
  4. Ziarah Kubur, sebagian masyarakat Sunda juga melakukan ziarah ke makam leluhur atau ulama setempat. Ziarah ini bertujuan untuk mendoakan arwah mereka sekaligus mengingatkan diri akan kehidupan akhirat.
  5. Pemberian Santunan Dalam semangat berbagi, banyak komunitas dan keluarga di tanah Sunda yang memberikan santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, atau tetangga yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam untuk memperhatikan sesama, terutama pada momen-momen istimewa.

Peringatan Isra Miraj di masyarakat Sunda mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kesederhanaan sangat terasa dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Tradisi ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar anggota masyarakat.

Dengan tetap melestarikan tradisi ini, masyarakat Sunda menunjukkan bahwa agama dan budaya dapat berjalan harmonis, saling melengkapi untuk menciptakan kehidupan yang penuh makna. Peringatan Isra Miraj menjadi bukti bagaimana warisan agama dapat diadaptasi sesuai dengan kearifan lokal tanpa kehilangan esensi spiritualnya.