• KISAH

Haritsah bin Suraqah, Pemuda yang Menembus Langit Karena Rindu Firdaus

Yahya Sukamdani | Jum'at, 17/04/2026
Haritsah bin Suraqah, Pemuda yang Menembus Langit Karena Rindu Firdaus Ilustrasi foto mati syahid dalam perang

Terasmuslim.com - Haritsah bin Suraqah adalah sosok pemuda Ansar yang membuktikan bahwa iman bukan sekadar ucapan, melainkan keyakinan yang menghunjam jauh ke dalam sanubari.

Kehidupannya berubah total ketika ia mampu melepaskan keterikatan hatinya dari gemerlap dunia yang fana demi meraih keridaan Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya tentang keadaan imannya di pagi hari, dan ia menjawab dengan penuh keyakinan.

Haritsah menyatakan bahwa ia telah menjadi mukmin yang sebenar-benarnya karena ia seolah-olah melihat Arsy Tuhan-nya nampak dengan jelas.

Penglihatan mata batinnya begitu tajam hingga ia merasa sedang melihat penduduk surga yang saling mengunjungi dan penduduk neraka yang merintih kesakitan.

Kondisi spiritual inilah yang dalam Islam dikenal sebagai tingkatan Ihsan, yakni beribadah seolah-olah melihat Allah atau merasa diawasi oleh-Nya.

Sesuai dengan firman Allah dalam Surah Yunus ayat 62, para kekasih Allah memang tidak memiliki rasa takut maupun kekhawatiran terhadap urusan duniawi.

Rasulullah SAW pun memuji keteguhan hatinya dengan menyebutkan bahwa Allah telah memberikan cahaya iman di dalam hati hamba-Nya tersebut.

Ketika panggilan jihad Perang Badar berkumandang, Haritsah tidak ragu sedikit pun untuk menyambutnya sebagai jembatan menuju kerinduan tertingginya.

Ia gugur sebagai syahid pertama dari kaum Ansar setelah sebuah anak panah tak dikenal mengenai lehernya saat ia sedang meminum air.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi ibunya, yang kemudian datang kepada Rasulullah SAW untuk menanyakan nasib putranya di akhirat.

Sang ibu berkata bahwa jika Haritsah berada di surga maka ia akan bersabar, namun jika tidak, ia akan menangisinya dengan ratapan yang panjang.

Rasulullah SAW kemudian memberikan kabar gembira bahwa surga itu bertingkat-tingkat, dan Haritsah telah menempati tingkatan tertinggi, yakni Surga Firdaus.

Hal ini sejalan dengan hadits riwayat Bukhari yang menjelaskan bahwa satu anak panah di jalan Allah bisa mengantarkan seseorang ke puncak kemuliaan.

Kisah Haritsah bin Suraqah menjadi pengingat abadi bagi kita semua bahwa dunia hanyalah tempat transit bagi jiwa-jiwa yang rindu akan pelukan surga.