• KEISLAMAN

Gelisah Saat Belum Sholat

Yahya Sukamdani | Jum'at, 16/01/2026
Gelisah Saat Belum Sholat Ilustrasi rapat shaf shalat

Terasmuslim.com - Salah satu nikmat yang sering luput disadari seorang muslim adalah kegelisahan hati ketika belum menunaikan sholat. Rasa gelisah ini menunjukkan bahwa iman masih hidup dan hati masih peka terhadap panggilan Allah. Allah ﷻ berfirman, “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103). Ayat ini menegaskan bahwa sholat bukan sekadar rutinitas, tetapi kewajiban yang mengikat hati seorang mukmin.

Gelisah saat belum sholat juga merupakan tanda hubungan batin yang kuat dengan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Perumpamaan sholat lima waktu seperti sungai yang mengalir di depan pintu salah seorang dari kalian; ia mandi di dalamnya lima kali sehari, apakah masih tersisa kotoran?” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menggambarkan bahwa sholat berfungsi membersihkan jiwa, sehingga ketika ia ditinggalkan, hati yang hidup akan merasakan kekosongan dan kegelisahan.

Sebaliknya, hati yang tidak lagi gelisah ketika meninggalkan sholat adalah hati yang terancam mengeras. Allah ﷻ berfirman, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5). Lalai di sini bukan hanya meninggalkan sholat, tetapi juga kehilangan rasa peduli terhadapnya. Karena itu, kegelisahan justru menjadi alarm iman agar seorang hamba segera kembali menunaikan kewajibannya.

Oleh sebab itu, memaksa diri untuk sholat pada awalnya adalah langkah yang terpuji, hingga akhirnya sholat menjadi kebutuhan jiwa. Para ulama menjelaskan bahwa kebiasaan yang dipaksakan dalam ketaatan akan berubah menjadi kenikmatan. Ketika seseorang terus menjaga sholatnya, Allah ﷻ akan menanamkan ketenangan dalam hatinya, sebagaimana firman-Nya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).