Ilustrasi - ini parfum yang disukai oleh Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
Jakarta, Terasmuslim.com - Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga kebersihan dan kerapian.
Beliau tidak hanya memperhatikan kebersihan tubuh dan pakaian, tetapi juga menyukai wewangian (parfum) sebagai bagian dari sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam.
Parfum dalam Islam bukan sekadar penambah aroma tubuh, tetapi juga mencerminkan keindahan, kebersihan, dan akhlak mulia.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
“Dijadikan kecintaanku dari urusan dunia ini kepada wanita dan wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku dalam salat.”
(HR. An-Nasa’i No. 3878)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai wewangian (ath-thiib). Bahkan, beliau selalu berusaha memakai parfum setiap kali hendak salat atau bertemu dengan orang lain. Bagi beliau, aroma harum mencerminkan kesucian lahir batin serta menghormati orang di sekitar.
Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW menyukai jenis parfum berbasis minyak alami, terutama yang berasal dari kasturi (misk), amber, dan oud (gaharu). Wewangian tersebut dikenal memiliki aroma lembut dan tahan lama tanpa meninggalkan warna pada pakaian.
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW tidak pernah menolak jika diberi minyak wangi. Dalam sebuah hadis disebutkan:
مَنْ عُرِضَ عَلَيْهِ طِيبٌ فَلَا يَرُدُّهُ فَإِنَّهُ طَيِّبُ الرِّيحِ خَفِيفُ الْمَحْمَلِ
“Barang siapa diberi minyak wangi, janganlah menolaknya, karena ia memiliki aroma yang harum dan ringan dibawa.” (HR. Muslim No. 2253)
Hadis ini menegaskan bahwa memakai parfum adalah kebiasaan baik yang tidak hanya membuat tubuh harum, tetapi juga menunjukkan kerendahan hati dan penghargaan terhadap nikmat Allah.
Dalam pandangan Islam, aroma harum dianggap sebagai simbol kebaikan dan kesucian hati, sementara bau tidak sedap identik dengan keburukan.
Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa malaikat menyukai aroma wangi, sedangkan bau busuk menjauhkan keberkahan. Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memakai parfum, terutama ketika hendak salat berjamaah, Jumatan, atau hari raya.