• KEISLAMAN

Cara Bertobat dari Dosa Fitnah dan Ghibah Menurut Pandangan Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 30/10/2025
Cara Bertobat dari Dosa Fitnah dan Ghibah Menurut Pandangan Islam Ilustrasi orang Ghibah (Foto: Kompasiana.com)

Terasmuslim.com - Fitnah dan ghibah termasuk dosa besar yang sering dilakukan tanpa disadari. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menggambarkan ghibah sebagai perbuatan keji yang sangat dibenci: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat: 12). Ayat ini menunjukkan bahwa mengghibah sama dengan merendahkan kehormatan orang lain, dan pelakunya harus segera bertobat kepada Allah dengan sungguh-sungguh.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia tidak suka.” (HR. Muslim). Fitnah bahkan lebih berat dari itu karena memutarbalikkan fakta hingga menimbulkan permusuhan dan kerusakan di tengah masyarakat. Dalam QS. Al-Baqarah: 191, Allah menegaskan, “Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.” Maka, seseorang yang pernah memfitnah atau mengghibah wajib segera memohon ampun dan menyesali perbuatannya sebelum ajal menjemput.

Cara bertobat dari dosa fitnah dan ghibah dimulai dengan taubat nasuha: menyesali perbuatan, berhenti melakukannya, dan bertekad tidak mengulanginya. Selain itu, jika memungkinkan, pelaku juga harus meminta maaf kepada orang yang difitnah atau digunjing, serta mengembalikan kehormatannya dengan menyebutkan kebaikan orang tersebut di hadapan orang lain. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal kehormatan atau sesuatu yang lain, maka mintalah halal (maaf) darinya sebelum datang hari yang tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Bukhari).

Islam mengajarkan bahwa rahmat Allah sangat luas, dan siapa pun yang bertobat dengan sungguh-sungguh akan diampuni. Allah SWT berfirman: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53). Oleh karena itu, jangan biarkan dosa fitnah dan ghibah menumpuk di hati. Segera bersihkan diri dengan taubat, perbanyak istighfar, dan tutup dosa masa lalu dengan amal kebaikan dan doa untuk orang yang pernah disakiti.