Ilustrasi - matahari (Foto: NASA)
Jakarta, Terasmuslim.com - Salah satu tanda besar datangnya hari kiamat yang disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW adalah terbitnya matahari dari arah barat.
Fenomena ini tidak hanya menjadi tanda akhir zaman, tetapi juga menandai berakhirnya kesempatan manusia untuk bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَلِكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ
“Tidak akan datang kiamat sampai matahari terbit dari arah barat. Ketika manusia melihatnya, mereka semua beriman, tetapi itulah saat di mana keimanan seseorang tidak lagi bermanfaat jika sebelumnya ia tidak beriman.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjelaskan bahwa ketika matahari benar-benar terbit dari arah barat, pintu taubat akan ditutup selamanya. Saat itu, keimanan baru tidak akan diterima, dan amal kebaikan tidak lagi menambah pahala bagi mereka yang baru tersadar setelah melihat tanda kebesaran Allah tersebut.
Ulama menafsirkan, terbitnya matahari dari barat menjadi simbol berhentinya waktu ujian bagi manusia di dunia. Selama matahari masih terbit dari timur, Allah SWT masih membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya.
Namun, ketika fenomena besar itu terjadi, seluruh sistem alam semesta akan berubah, dan fase kehidupan dunia akan menuju akhirnya.
Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur`an bahwa tidak ada lagi manfaat beriman ketika azab telah tampak di hadapan mata:
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidaklah berguna lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau yang belum berbuat kebajikan dengan imannya itu.” (QS. Al-An’am: 158)
Para ulama, termasuk Imam Nawawi dan Ibnu Katsir, menegaskan bahwa ayat dan hadis ini menjadi peringatan keras bagi manusia agar tidak menunda-nunda taubat.
Selama dunia masih berputar seperti biasa, Allah SWT masih membuka kesempatan luas bagi siapa pun untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan memperbanyak amal saleh.
Fenomena “matahari terbit dari barat” bukan sekadar isyarat astronomi, tetapi peringatan spiritual bagi umat manusia bahwa setiap detik di dunia adalah kesempatan berharga untuk kembali kepada Allah SWT.
Maka, sebelum hari itu datang, sebelum cahaya mentari berpaling arah sebaiknya manusia segera bertaubat, memperbaiki amal, dan memperkuat iman. Sebab, setelah matahari benar-benar terbit dari barat, tidak ada lagi ruang untuk kembali.