• SOSOK

Nu`aiman, Sahabat Nabi yang Lucu dan Disayang Rasulullah

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 10/08/2025
Nu`aiman, Sahabat Nabi yang Lucu dan Disayang Rasulullah Ilustrasi - ini kisah Nu`aiman bin Amr, sahabat Nabi SAW yang selalu membuat Rasulullah SAW tersenyum (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmusmlim.com - Dalam sejarah Islam, para sahabat Nabi Muhammad SAW dikenal dengan karakter dan kepribadian yang beragam.

Di antara mereka, ada yang dikenal karena keberanian, ada yang dikenal karena kecerdasannya, dan ada pula yang dikenal karena sifat humorisnya.

Salah satu sahabat yang terkenal karena kelucuannya adalah Nu`aiman bin Amr, seorang sahabat yang mampu membuat Rasulullah SAW tersenyum, bahkan tertawa karena candaan-candaannya yang menghibur.

Nu`aiman adalah sahabat yang memiliki semangat tinggi, berhati lembut, dan memiliki selera humor yang luar biasa. Kepribadiannya begitu unik hingga beberapa kisah tentangnya diabadikan dalam berbagai literatur Islam, menunjukkan bahwa Islam juga menghargai sisi kemanusiaan yang penuh keceriaan.

Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika Nu`aiman membeli makanan dari pedagang untuk dihadiahkan kepada Rasulullah SAW. Namun, ia belum sempat membayar barang tersebut dan langsung mengantarkannya ke hadapan Nabi. Saat pedagang itu datang menagih pembayaran, Rasulullah pun bertanya kepada Nu`aiman mengapa ia melakukan hal tersebut.

Nu`aiman menjawab dengan polos, “Wahai Rasulullah, aku ingin engkau menikmatinya, tapi aku tidak punya uang untuk membelinya.” Rasulullah SAW tersenyum dan akhirnya membayarkan makanan itu, sambil tertawa kecil karena keusilan sahabatnya yang satu ini.

Dalam riwayat lain, Nu`aiman pernah menyembunyikan unta milik seseorang lalu memberitahukan kepada orang lain bahwa ia menjual unta tersebut. Ketika ditanya, Nu`aiman justru menjawab bahwa dia hanya ingin melihat ekspresi Rasulullah ketika mengetahui apa yang terjadi. Lagi-lagi, Rasulullah SAW tidak marah, melainkan tertawa karena candaan sahabatnya itu.

Meski dikenal usil, Nu`aiman adalah sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW dan setia kepada Islam. Candaannya tidak pernah menyakiti hati orang lain dan selalu disampaikan dalam batas-batas yang wajar. Rasulullah pun tidak hanya menerima candaan itu, tetapi juga menghargainya, menunjukkan bahwa dalam kehidupan seorang Muslim, humor yang baik adalah bagian dari akhlak mulia.