• KEISLAMAN

Mengeluh Terus soal Suami, Islam Peringatkan Dampak Akhiratnya

Yahya Sukamdani | Minggu, 27/07/2025
Mengeluh Terus soal Suami, Islam Peringatkan Dampak Akhiratnya Ilustrasi istri mengeluhkan suami

Terasmuslim.com - Dalam rumah tangga, dinamika antara suami dan istri adalah hal yang wajar. Namun, dalam Islam, ada adab dan etika yang diatur dalam menyampaikan keluh kesah, termasuk ketika seorang istri merasa tidak puas terhadap suaminya. Islam menekankan pentingnya komunikasi yang baik, namun juga memberikan peringatan terhadap sikap istri yang berlebihan dalam mengeluh dan tidak bersyukur terhadap suami.

Keluhan yang disampaikan dengan cara tidak tepat, apalagi diiringi dengan sikap merendahkan atau membandingkan suami, termasuk dalam perilaku yang dilarang. Rasulullah ﷺ dalam beberapa hadis memperingatkan para istri agar menjaga lisan dan bersikap syukur terhadap kebaikan suami.

Lantas, bagaimana hukum Islam memandang istri yang sering mengeluhkan suami? Berikut penjelasannya.

Rasulullah ﷺ dalam hadist riwayat Bukhari mengingatkan, “Aku melihat ke dalam neraka, dan ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita.” Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab, “Karena mereka banyak mengutuk dan mengingkari kebaikan suami. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang tahun, lalu ia melihat sedikit saja keburukan darimu, ia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu sedikit pun.’”

Hadist ini menunjukkan bahwa kebiasaan mengeluhkan suami tanpa melihat sisi baiknya bisa menjadi bentuk kufur terhadap nikmat, khususnya nikmat yang datang melalui pasangan. Dalam Islam, bersyukur kepada suami merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah, karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga (QS. An-Nisa: 34).

Namun demikian, Islam juga tidak melarang istri untuk menyampaikan perasaan atau keberatan terhadap perlakuan suami, selama dilakukan dengan cara yang baik, sopan, dan tidak merendahkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, seperti kekerasan rumah tangga atau perlakuan zalim, seorang istri diperbolehkan meminta pertolongan pihak ketiga, seperti keluarga atau hakim syar’i.

Keluhan yang disampaikan kepada suami secara langsung dengan niat memperbaiki keadaan merupakan bentuk komunikasi yang dianjurkan. Hal ini bisa menjadi sarana introspeksi dan perbaikan dalam pernikahan. Namun jika keluhan disebarkan ke media sosial, teman-teman, atau disampaikan dengan kemarahan dan kebencian, maka hal tersebut termasuk ghibah dan membuka aib keluarga, yang jelas dilarang dalam Islam (QS. Al-Hujurat: 12).

Para ulama juga mengingatkan bahwa keluhan terus-menerus bisa menjadi benih keretakan rumah tangga. Istri sebaiknya menjaga lisan, menahan emosi, dan mengutamakan dialog yang membangun. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa istri yang taat, menjaga diri, dan bersyukur atas pemberian suami akan menjadi penghuni surga.

Islam tidak melarang istri menyampaikan keluhan, namun harus dilakukan dengan adab yang benar. Mengeluhkan suami secara berlebihan, apalagi tanpa melihat kebaikannya, termasuk perbuatan tercela yang bisa berdampak pada hubungan rumah tangga dan keselamatan akhirat. Istri yang bijak adalah yang mampu menjaga lisan, menyampaikan aspirasi dengan lemah lembut, dan bersyukur atas kebaikan yang diterimanya, sekecil apa pun itu.

Keywords :