• KISAH

Kisah Nabi Daniel AS, Ulama Bijak yang Diuji di Tengah Kekuasaan Raja

Yahya Sukamdani | Kamis, 26/06/2025
Kisah Nabi Daniel AS, Ulama Bijak yang Diuji di Tengah Kekuasaan Raja Ilustrasi dalam gua (Foto: Ist)

Terasmuslim.com – Dalam tradisi Islam, Nabi Daniel AS dikenal sebagai salah satu nabi yang hidup di masa Bani Israil setelah masa Nabi Dawud dan Sulaiman. Meski kisahnya tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an, namun berbagai riwayat Islam dan literatur klasik menyebutkan perjalanan hidup Nabi Daniel yang penuh ujian, kebijaksanaan, dan mukjizat.

Nabi Daniel diyakini hidup pada masa penjajahan Babilonia, saat bangsa Yahudi ditawan dan dibawa ke Babilon oleh Raja Nebukadnezar. Dalam situasi itu, Daniel tumbuh sebagai seorang pemuda saleh, cerdas, dan dikenal karena keteguhannya menjaga ajaran tauhid di tengah lingkungan istana yang penuh kemusyrikan.

Dalam salah satu riwayat yang cukup terkenal, Nabi Daniel mendapatkan kedudukan istimewa di istana kerajaan karena kemampuannya menafsirkan mimpi. Raja Babilonia ketika itu bermimpi tentang patung besar yang terbuat dari berbagai logam, yang menakutkannya. Tidak ada penafsir mimpi istana yang mampu menjelaskannya, kecuali Daniel. Ia menjelaskan bahwa patung itu melambangkan kerajaan-kerajaan besar yang akan runtuh satu per satu, sampai datangnya kerajaan kebenaran yang abadi.

Karena kebijaksanaannya, Daniel diangkat menjadi penasihat utama kerajaan. Namun hal ini justru membuat para pejabat lain merasa iri. Mereka mencari cara untuk menyingkirkan Daniel, dan akhirnya menjebaknya melalui perintah raja yang melarang menyembah siapa pun selain sang raja selama tiga puluh hari. Daniel tetap berdoa kepada Allah, dan akhirnya ia ditangkap dan dilemparkan ke dalam gua singa.

Namun inilah titik mukjizat terjadi. Singa-singa yang kelaparan tidak menyentuh Daniel sedikit pun. Ia tetap hidup dan selamat hingga keesokan harinya. Peristiwa ini mengguncang istana dan membuat raja mengakui kehebatan Tuhan yang disembah Daniel. Raja pun membebaskannya dan memerintahkan agar tidak ada yang mengganggu ibadah Daniel.

Kisah Nabi Daniel juga dikenal dalam beberapa versi lain, termasuk dalam sumber Yahudi dan Kristen. Dalam literatur Islam, kisah ini diposisikan sebagai pelajaran tentang pentingnya keimanan, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi kekuasaan yang zalim. Banyak ulama menyebut Daniel sebagai contoh dari ulama yang menjaga prinsip meski berada di dekat kekuasaan.

Riwayat lain juga menyebutkan bahwa jasad Nabi Daniel ditemukan utuh dan tidak rusak meskipun telah lama wafat, menunjukkan kemuliaannya sebagai seorang nabi. Sebagian sejarawan Islam, seperti Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa jasad tersebut kemudian dipindahkan dan dikuburkan dengan penghormatan oleh seorang pemimpin Muslim.

Keywords :