• KEISLAMAN

Kenapa Anak Laki-laki Wajib Tahu Shalat Jenazah Menurut Hukum Islam, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Senin, 19/05/2025
Kenapa Anak Laki-laki Wajib Tahu Shalat Jenazah Menurut Hukum Islam, Ini Penjelasannya Ilustrasi shalat jenazah (Foto: AI

Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, shalat jenazah termasuk salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan untuk dipelajari oleh setiap muslim. Namun, secara khusus, anak laki-laki memiliki tanggung jawab lebih besar dalam hal ini. Hal ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan panduan dari syariat dan tradisi para ulama, laki-laki dipandang sebagai pihak yang paling layak dan utama dalam menunaikan kewajiban fardhu kifayah, termasuk shalat jenazah.

Dalam fiqih Islam, shalat jenazah tergolong fardhu kifayah, yaitu kewajiban yang jika telah ditunaikan oleh sebagian umat Islam maka gugurlah kewajiban atas yang lain. Namun jika tidak ada satu pun yang melaksanakannya, maka seluruh umat Islam di daerah tersebut berdosa (lihat: Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq).

Dalam hal ini, ulama sepakat bahwa laki-laki lebih utama menunaikan fardhu kifayah dibanding perempuan, karena secara syariat laki-laki lebih diberi kelonggaran dalam mobilitas publik, termasuk mendatangi masjid dan pemakaman.

Sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 34:

"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain..."

Ayat ini menjelaskan bahwa laki-laki diberikan kepemimpinan dalam aspek sosial dan keagamaan. Maka, saat ada kematian di masyarakat, yang pertama kali dipanggil untuk menjadi imam atau memimpin shalat jenazah adalah kaum laki-laki.

Rasulullah SAW dan para sahabat laki-laki sering kali yang mengurusi langsung jenazah, termasuk memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkannya. Bahkan, dalam beberapa hadits seperti riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah sendiri yang mengimami shalat jenazah para sahabat.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemahaman shalat jenazah pada laki-laki adalah bagian dari kesiapan menjalankan peran keagamaan dan sosial, terutama sebagai calon pemimpin keluarga.

Ilmu yang harus diturunkan sejak dini

Anak laki-laki perlu dikenalkan pada shalat jenazah sejak muda karena:

  1. Shalat jenazah tidak bisa diulang, dan waktunya terbatas.
  2. Mungkin suatu saat ia menjadi satu-satunya laki-laki yang ada di lokasi kejadian, dan umat membutuhkan kehadirannya.
  3. Menjadi cara mendidik rasa tanggung jawab dan empati sosial, sesuai dengan nilai Islam.

Memenuhi hak muslim yang meninggal dunia

Rasulullah SAW bersabda:

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mengikuti jenazah termasuk menyalatkannya adalah hak seorang muslim. Jika anak laki-laki tak dibekali pengetahuan ini, ia akan kehilangan kesempatan menunaikan hak saudara seimannya.

Pahala besar bagi yang melaksanakannya

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:

"Barang siapa yang menghadiri jenazah sampai dishalatkan, maka baginya satu qirath. Dan barang siapa yang mengikuti sampai dikuburkan, maka baginya dua qirath."

Para sahabat bertanya, “Apa itu dua qirath?” Nabi menjawab, “Seperti dua gunung besar.”

Pahala ini menunjukkan betapa mulianya amalan shalat jenazah, dan ini menjadi motivasi kuat agar anak laki-laki diajarkan amalan ini sejak dini.

Menurut hukum Islam, anak laki-laki wajib mengetahui tata cara shalat jenazah karena tanggung jawab tersebut melekat secara sosial dan agama. Mereka adalah pihak yang akan diminta untuk maju menjadi imam, mengurusi pemakaman, dan memastikan jenazah muslim dimuliakan sesuai syariat. Dengan mengajarkan shalat jenazah kepada anak laki-laki sejak dini, kita sedang mempersiapkan generasi yang peka terhadap tanggung jawab akhirat, dan berbakti kepada sesama.