• SOSOK

Nabi Nuh, Manusia yang Paling Bersyukur

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 06/05/2025
Nabi Nuh, Manusia yang Paling Bersyukur Ilustrasi bahtera Nabi Nuh AS (Foto: Kompas)

Terasmuslim.com - Di sebuah sudut tenang di selatan Yordania, terdapat sebuah tempat yang seolah membekukan waktu. Kawasan ini bukan sekadar sunyi, ia menyimpan jejak seorang manusia luar biasa yang dikenal dalam sejarah sebagai sosok paling sabar dan paling bersyukur. Dialah Nabi Nuh AS, seorang nabi yang menjadi simbol keteguhan hati dalam menghadapi penolakan demi penolakan.

Nabi Nuh bukan hanya dikenal karena bahteranya yang legendaris, tetapi juga karena kesetiaannya dalam berdakwah selama hampir seribu tahun, meskipun hanya segelintir yang mengikutinya sekitar 80 orang menurut beberapa riwayat. Namun bukan itu yang membuatnya agung. Yang membuatnya dikenang adalah kesabarannya yang tak henti, dan rasa syukurnya yang tak pernah padam, meski dunia seperti tak berpihak padanya.

Dalam Al-Qur`an, Allah menyebut beliau sebagai abdan syakura, hamba yang banyak bersyukur. Konon, nama Nuh berasal dari kata dalam bahasa Ibrani yang berkaitan dengan tangisan. Ia sering menangis, bukan karena lemah, tapi karena begitu dalam cintanya kepada umatnya yang terus menolak kebenaran.

Kini, jejak fisik peninggalan beliau diyakini berada di kota Karak, Yordania. Tepatnya di daerah bernama Krak, tak jauh dari pusat kota. Sebuah makam sederhana berdiri di sana, dilindungi oleh bangunan kecil seluas 57 meter persegi, dengan kubah hijau sebagai penandanya. Batu-batu tua dan tanah liat yang membentuk bangunannya tampak bersatu dengan alam sekitar, menambah kesan kuno dan spiritual.

Kompleks makam ini menjadi tempat yang dihormati, baik oleh warga lokal maupun para peziarah dari berbagai negara. Meski tak sebesar kompleks ziarah di kota-kota besar, suasana yang ditawarkan sungguh berbeda. Hening, damai, dan terasa dalam, seolah angin padang pasir membawa pesan-pesan lama dari seorang nabi yang tak pernah menyerah.

Sejumlah catatan sejarah menyebut bahwa Nabi Nuh wafat dalam usia sekitar 150 tahun, sebuah usia panjang yang diyakini sebagai anugerah Allah atas ketulusan beliau menjalani misi kenabiannya.

Yordania sendiri adalah tanah yang sarat kisah para nabi. Lebih dari 27 situs bersejarah yang berkaitan dengan nabi dan sahabat Rasulullah SAW tersebar di wilayah ini. Selain Nabi Nuh, ada makam Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Syuaib, dan sahabat-sahabat seperti Ja’far bin Abu Thalib dan Bilal bin Rabah.

Pemerintah Yordania telah menjadikan tempat-tempat ini sebagai situs ziarah religi, mengundang umat Islam dari seluruh dunia untuk datang, merenung, dan mengambil hikmah dari sejarah yang tertanam di tanah-tanah gurun ini.

Makam Nabi Nuh menjadi simbol keteladanan yang tak lekang oleh waktu. Setiap peziarah yang datang membawa pulang pesan yang sama: bahwa menghadapi cobaan hidup memerlukan dua hal utama, kesabaran dan rasa syukur. Dua hal yang diwariskan Nabi Nuh kepada umat manusia lewat perjalanan hidupnya.

Dan ketika angin padang pasir menyapu lembut wajah-wajah peziarah di makam itu, seolah suara lama berbisik: “Jangan lelah berdakwah. Jangan lelah berharap. Karena Allah selalu bersama yang sabar dan bersyukur.”